Kamis, 21 Feb 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Forkalim Diharapkan Jadi Organisasi Profesional dan Inovatif Bermanfaat Bagi Anggotanya

Gelar Seminar Nasional dan Kunlap

Forkalim Diharapkan Jadi Organisasi Profesional dan Inovatif Bermanfaat Bagi Anggotanya

admin Kamis, 14 Februari 2019 14:18 WIB
Medan (SIB) -Forum Komunikasi Pengelola Air Limbah Permukiman (Forkalim) menggelar tiga even yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas), kunjungan lapangan dan seminar nasional selama tiga hari dihadiri perwakilan dari beberapa Kementerian, para regulator dan operator air limbah dan air minum dari 26 kabupaten/kota di Indonesia dan universitas yang ada di Jakarta. Kegiatan ini diadakan di Hotel Ambhara Jakarta pada 6-8 Februari 2019.

Di acara Rakernas, Forkalim memberikan award pada Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi, Heri Batangari Nasution sebagai apresiasi bagi daerah yang dianggap baik dan peduli dalam pengelolaan sanitasi air limbah.

Heri Batanghari di kegiatan tersebut memberi paparan adanya dukungan dan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memberikan bantuan hibah sambungan rumah air limbah perpipaan melalui sumber dana APBD Kota Medan. Sejak tahun 2009 hingga kini yang telah mencapai lebih dari 11.000 sambungan ke rumah warga.

"Atas komitmen dan kerjasama antara Pemerintah Kota Medan dengan PDAM Tirtanadi, Forkali, memberikan award sebagai apresiasi bagi daerah yang dianggap baik dan peduli dalam pengelolaan sanitasi air limbah yang saya terima," ungkap Heri kepada wartawan, Rabu (13/2).

Forkalim merupakan organisasi yang menjadi wadah berhimpun dalam mempersatukan para pengelola air limbah domestik di seluruh Indonesia baik institusi maupun per-orangan.

Rakernas dihadiri para Dewan Penasehat, Dewan Pengawas, pengurus dan seluruh anggota Forkalim. Adapun agenda pada Rakernas yaitu penyampaian laporan tahunan pengurus, pengesahan perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pengesahan perencanaan bisnis (bussiness plan) Forkalim dan penyampaian rencana kerja dan anggaran tahun 2019.

"Ketua Forkalim Pusat, Subekti mengatakan, ujuan FORKALIM menjadi organisasi profesional dan inovatif untuk mendukung akses pengelolaan air limbah domestik yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi anggotanya sekaligus juga diharapkan dapat menjadi sumber referensi dan memediasi proses pembangunan kapasitas.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Dody Krispratmadi, Direktur Pengembangan PLP Kementerian PUPR yang juga selaku Dewan Penasehat Forkalim. Selain itu pihak USAID IUWASH PLUS diwakili Foort Bustraan memaparkan tentang Forkalim Fecal Sludge Management (FSM) Twinning Program.

Pada Kamis (7/2) diadakan kunjungan lapangan ke Instalasi Pengolahan Air Limba(IPAL) di Kawasan Industri PT Surya Cipta, Karawang. Kunjungan juga ke IPLT di Bekasi dimana sistem pengolahan lumpur tinja telah berjalan dengan baik di kota ini dari mulai sistem pewadahan, pengangkutan, hingga pengolahan (treatment) air limbah ditangani dengan baik.

Program twinning yang dijelaskan pada hari pertama difasilitasi USAID IUWASH PLUS menjadi program yang dapat diterapkan dalam percepatan layanan sanitasi aman dan juga potensi lembaga yang sudah mapan seperti PDAM dan PD/UPTD untuk menangani pengelolaan air limbah.

Hari ketiga (8/2) diadakan Seminar Nasional dengan Tema "Teknologi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) dibuka Tri Dewi Virgiyanti, Direktur Perkotaan, Perumahan dan Permukiman, Kementerian PPN/Bappenas. "Seminar Nasional ini sangat bermanfaat dalam memberikan wawasan baru tentang pengelolaan sanitasi, terutama untuk isu-isu Air Limbah Domestik (ALD). Juga menjadi ajang berbagi success stories dari berbagai institusi yang telah baik dalam SPALD.

Program USAID tersebut dinilai sangat membantu Forkalim memberikan dukungan lima tahun ke depan untuk mendorong asosiasi operator air limbah menjadi mandiri, berkelanjutan, dan menjadi lebih profesional untuk mendukung pemerintah mencapai target Akses Universal sebagai bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan," ungkap Tri Dewi.

Dengan kontribusi dari USAID IUWASH PLUS, FORKALIM juga diharapkan dapat menjadi sumber referensi danmemediasi proses pembangunan kapasitas dengan program twinning yang menjadi ajang pembelajaran antar daerah di seluruh Indonesia.

Dalam seminar ini dibagi menjadi dua panel diskusi masing-masing menyampaikan terkait teknologi IPAL, IPLT, dan teknologi pendukung kegiatan SPALD

Untuk berbagi cerita keberhasilan (success story) dalam pelaksanaan SPALD disampaikan PDAM Tirtanadi Medan, Perumda Air Minum Kota Surakarta dan UPTD PAL Kota Bekasi. (A2/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments