Sabtu, 14 Des 2019

Djarot Sebut Masyarakat Lebih Banyak yang Cerdas Berpolitik

admin Minggu, 09 Juni 2019 09:32 WIB
SIB/Dok
FOTO BERSAMA: Caleg DPR RI H Djarot Saiful Hidayat foto bersama wartawan eks tim peliput Cagubsu Djarot-Sihar (Djoss), Senin (27/5) di restoran Jimaran, Medan.
Medan (SIB) -Caleg DPR RI PDI Perjuangan Dapil Sumut III, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, tidak semua masyarakat Sumatera Utara yang pragmatis (mencari untung sesaat) pada Pemilihan Umum, tapil lebih banyak yang cerdas berpolitik. Terbukti dia diterima masyarakat Sumut pada Pilgub Sumut 2018 dan Pileg 2019.

"PDI Perjuangan di Sumut menang 23 persen lebih, DPR RI-nya mendapat 7 kursi. Dapil Sumut II yang periode lalu 1 kursi sekarang mendapat 2 dan Sumut III semula 1 secara mengejutkan dapat 3 kursi sedangkan Sumut 1 mempertahankan 2 kursi," kata Djarot ketika berkumpul bersama wartawan eks peliput kegiatan tim Cagubsu 2018 Djarot-Sihar (Djoss), Senin (27/5) di restroran Jimbaran Medan.

Djarot mengungkapkan, semula orang banyak yang pesimis mantan Bupati Blitar 2 periode ini bisa diterima masyarakat Sumut. Ternyata waktu menjadi Calon Gubsu yang berpasangan dengan Sihar Sitorus, masyarakat Sumut sangat menerima dia meski kalah dalam Pilgubsu.

Dari antusias masyarakat Sumut terhadap Djoss pada Pilgubsu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri menawarkan dirinya jadi Caleg di Dapil Sumut III. Tapi Megawati tidak memaksa, Djarot diberi kebebasan memilih jadi Caleg DPR RI, apakah dari Sumut, Jawa Timur atau DKI Jakarta.

"Saya diberi memilih pulang kampung ke Jawa Timur atau dari Ibu Kota Jakarta. Tapi pertama sekali Ibu Mega menawarkan Sumut dan saya memilihnya karena sudah cinta dan masyarakat Sumut mencintai saya," ungkapnya.

Menurut dia, selama 1,5 tahun "bertarung" politik di Sumut (Pilgubsu dan Pileg), mantan Gubernur DKI Jakarta ini merasa sudah menjadi bagian dari masyarakat Sumut. Sampai di pelosok-pelosok manapun, dia disambut antusias masyarakat.

"Saya yakin, selama saya memperjuangkan nilai-nilai ideologi Pancasila, nilai-nilai kebaikan, keadilan dan kebenaran, pasti diterima masyarakat. Makanya selama saya terjun ke politik, tidak pernah merasa takut. Masyarakat Sumut meresponnya, ketika saya diterima, mereka tidak pernah bicara uang kepada saya. Itulah bukti kalau masyarakat Sumut sudah cerdas berpolitik," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selama berpolitik tidak pernah pragmatis, tapi pernah juga mengalami kegagalan. Di Pilgub DKI dan Sumut dia gagal, tapi dia mengalami kekalahan menyakitkan ketika gagal di DKI bersama Ahok.

"Saya waktu itu sempat stress, karena permainan politik di DKI waktu itu tidak fair, tapi sebentar karena banyak masyarakat memberi saya apresiasi. Kemudian saya gagal lagi di Pilgubsu, tapi rupanya Tuhan punya rencana yang baik di Sumut. Saya dan Sihar lolos ke Senayan, meski tidak jadi Gubernur, tapi saya memperjuangkan masyarakat di DPR RI," urainya seraya mengucapkan terima kasih kepada wartawan yang ikut berletih lelah memberitakan perjalanan politiknya selama di Sumut. Turut mendampingi, Sekretaris DPD PDIP Sumut Drs Sutarto MSi dan Wakil Ketua DPD PDIP Sumut Drs H Jumiran Abdi. (M10/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments