Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Disdukcapil Kabupaten/Kota Diminta Siapkan Profil Kependudukan Sumut Berbasis Data

Disdukcapil Kabupaten/Kota Diminta Siapkan Profil Kependudukan Sumut Berbasis Data

admin Jumat, 28 Juni 2019 10:27 WIB
SIB/Dok
MEMBUKA: Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Sumut Dr Ismael P Sinaga (nomor 2 dari kanan) membuka Rapat Penyusunan Profil Kependudukan Sumut dan Penyusunan Data Agregat Kependudukan (DAK) per Semester tingkat Provinsi di Hotel Madani, Jl Sisingamangaraja Medan, Kamis (27/6).
Medan (SIB) -Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Sumatera Utara Dr Ismael P Sinaga menekankan kepada seluruh Disdukcapil kabupaten/kota untuk menyiapkan profil kependudukan dengan baik, bukan sekadar pelayanan administrasi. Dalam hal ini analisis data di beberapa sektor kedinasan perlu disiapkan.

"Disdukcapil ini pada hakekatnya, hanya mengurusi pencatatan sipil dan kependudukan. Tetapi kenyataan ini selalu dijauhkan. Padahal Disdukcapil itu lebih dari sekadar catat mencatat dan pelayanan seperti KTP, KK, Akte Kelahiran dan data (biasa)," ujar Ismael saat membuka Rapat Penyusunan Profil Perkembangan Kependudukan dan Penyusunan Data Agregat Kependudukan (DAK) per Semester tingkat Provinsi, di Hotel Madani, Medan, Kamis (27/6).

Tugas dari lembaga ini, katanya, harus lebih proaktif. Mengingat selama ini pola pikir terhadap Disdukcapil yang terbanyak adalah pelayanan semata. Padahal menurutnya pengelolaan informasi menjadi satu tolok ukur bahwa dinas ini, baik di provinsi dan kabupaten/kota sangat penting. Karena itu, untuk peningkatan kinerja, harus ada regulasi seperti peraturan kepala daerah, agar basis data lebih informatif dan dianalisa.

"Jadi nanti profil yang disusun itu, bisa digunakan untuk sektor kesehatan, pendidikan, sosial dan ketenagakerjaan. Jadi ada analisis data di sana. Karena bagaimana kita (pemerintah) mau membuat kebijakan kalau tidak ada informasi kependudukan. Apalagi kita ada 31 elemen data kependudukan yang bisa digunakan oleh lembaga lain seperti BPS (Badan Pusat Statistik)," katanya.

Adapun elemen data tersebut di antaranya mulai dari nama, alamat, jenis kelamin, nama orangtua, data biometrik berupa sidik jari dan iris mata, hingga elemen lain yang memuat rahasia pribadi seseorang. Dengan dasar itu, Ismael menekankan harus ada perbaikan setiap tahunnya.

"Bayangkan saja misalnya, dari mana orang dapat data warga miskin tanpa data dari Disdukcapil. Makanya kita sebagai otoritas tunggal terhadap data itu harus siap. Jadi saya ingatkan, agar buku profil kita (di kabupaten/kota) tahun depan harus lebih baik. Salah satu indikatornya adalah buku profil," sebutnya.

Dia juga berharap ada penambahan sektor selain dari empat yang disebutkan sebelumnya. Sehingga kinerja lembaga yang dibawahi Ditjen Disdukcapil ini diukur dari berapa sektor yang dianalisis dari data yang dimiliki. Karena tanpa itu, akan sulit membuat perencanaan yang dilakukan dinas terkait serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).(M11/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments