Jumat, 13 Des 2019

Diperlukan Sinergisitas untuk Melawan Radikalisme dan Terorisme

admin Selasa, 18 Juni 2019 20:04 WIB
SIB/Evy Daeli
Foto Bersama: Usai seminar nasional para peserta berfoto bersama narasumber, di GBI Rumah Persembahan Medan, Senin (17/6) .
Medan (SIB) -Tim peneliti dari Universitas Dhyana Pura Bali yang diketuai oleh Dr Dermawan Waruwu STh MSi menggelar seminar nasional deradikalisasi, dengan tema 'Model Pemberdayaan Tokoh Agama dalam Menghilangkan Paham Radikalisme Guna Menciptakan Harmoni Sosial dan Integrasi Nasional' di GBI Rumah Persembahan Medan, Senin (17/6).

Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpim oleh Pdt Dr I Wayan Damayana STh MSi selaku tokoh agama dan dosen Universitas Dhyana Pura Bali, dihadiri ratusan peserta dari berbagai lintas agama ini berlangsung lancar dan sukses.

Ketua Peneliti Dr Dermawan kepada SIB mengatakan tujuan diadakan seminar ini yaitu mengingat paham radikalisme dan terorisme di Indonesia yang sudah semakin mengancam semua lini masyarakat, tidak hanya orang dewasa kalangan remaja dan anak-anakpun turut menjadi korban.

"Paham radikalisme tidak bisa dibiarkan lagi karena terus menyusup ke setiap lini masyarakat. Bahkan penangkapan pelaku terorisme atau pembubaran organisasi terlarang tidak serta merta meredam paham radikalisme. Terbukti, mereka terus meregenerasi diri. Sehingga sangat diperlukan sinergisitas bersama semua kalangan masyarakat, baik itu dari elemen pemerintah, tokoh agama, aparat keamanan, pengajar, hingga para orang tua dari level keluarga. Radikalisme kini telah menjadi musuh bersama," katanya didampingi Dr Ni Made Diana Erfiani SS MHum (anggota) dan Pdt Dr Suardin Gaurifa MTh (Ketua Panitia).

Seminar ini menghadirkan 5 narasumber dari berbagai kalangan, di antaranya H Iwan Zulhami SH MAP (Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara), Pdt Dr WTP Simarmata MA (Mantan Ephorus HKBP), Prof Dr Katimin MAg. (Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara), Pdt Dr Yan JB Parrangan MTh. (Ketua Sekolah Tinggi Teologi Pelita Kebenaran), dan Dr dr Made Nyandra SpKJ M Repro FIAS (Rektor Universitas Dhyana Pura Bali).

Kelima narasumber dalam paparannya sepakat baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh pendidikan, tokoh bangsa dan semua tokoh yang ada agar aktif memberikan kontribusi positif menyebarkan pesan damai. Agar tidak semakin banyak masyarakat yang terprovokasi. Sehingga Indonesia selamat dari ancaman radikalisme dan terorisme.

Prof Dr Katimin berharap agar semua ulama lebih sering berdakwah tentang semangat persatuan dan kesatuan kepada jemaatnya.
"Ulama masih sangat dipercaya oleh jemaatnya. Jadi apa yang menjadi pengajarannya akan tetap diakui. Oleh karena itu diperlukan keseriusan yang mendalam bagi tokoh agama untuk mengajak, mengajar, dan membimbing umatnya supaya tidak mudah terprovokasi terhadap paham radikalisme itu. Hal ini penting agar kekerasan yang mengatasnamakan agama bisa diminimalisir,"tegasnya.

Sementara Pdt WTP Simarmata berjanji keterwakilannya di DPD RI akan menjadi corong untuk mengusulkan agar terus dilaksanakan kegiatan-kegiatan kebersamaan antar lintas agama seperti ini, sehingga persaudaraan di tengah-tengah perbedaan tetap berjalan harmonis. Dan bangsa Indonesia menjadi bangsa pemersatu yang besar. (M20/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments