Rabu, 23 Jan 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Darma Wijaya Optimis Normalisasi Sungai Rampah Bisa Atasi Masalah Banjir Bertahun-tahun

Normalisasi Libatkan Masyarakat

Darma Wijaya Optimis Normalisasi Sungai Rampah Bisa Atasi Masalah Banjir Bertahun-tahun

admin Jumat, 11 Januari 2019 12:06 WIB
SIB/ Robert Banjarnahor

TINJAU NORMALISASI SUNGAI: Wabup Sergai Darma Wijaya didampingi warga saat meninjau pekerjaan normalisasi pengerukan alur Sungai Rampah dari atas jembatan Sei Rampah, Kamis (10/1). 

Sergai (SIB) -Normalisasi dengan melakukan pengerukan alur Sungai Rampah di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) masih terus berlanjut. Kinin hasilnya mulai menunjukkan kemajuan. Alur sungai sepanjang 2 km lebih yang semula sempit kini sudah melebar. Demikian juga dengan sendimen atau endapan lumpur yang selama ini mengakibatkan pendangkalan dasar sungai telah dikeruk dengan menggunakan alat berat.

"Kita berharap dan optimis normalisasi pengerukan sungai ini bisa mengatasi masalah banjir yang selama bertahun-tahun kerap mengancam kehidupan warga, terutama yang tinggal bersisian dengan sungai," ungkap Wakil Bupati Sergai Darma Wijaya didampingi para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat kepada SIB saat meninjau pengerukan alur Sungai Rampah di Desa Sei Rampah, Kabupaten Serdang bedagai (Sergai), Kamis (10/1).

Menurutnya, pengerukan sungai yang sudah berjalan sebulan lebih melibatkan unsur masyarakat desa dan dikerjakan secara swadaya tersebut, sudah menunjukkan hasil yang jauh lebih baik.

Sungai yang alurnya sempit sudah melebar menjadi 30 meter, kemudian diperdalam. Dengan kondisi seperti ini, alur sungai diharapkan mampu menampung besarnya debit air sehingga tidak lagi meluap ke pemukiman warga.

Wabup mengaku prihatin dengan kondisi warga terutama di musim penghujan tiba. Setiap tahunnya, pemukiman warga selalu terkena bencana banjir, hingga warga sering harus mengungsi. "Karenanya, beberapa waktu lalu kita bersama warga sepakat secara swadaya menormalisasi sungai ini dengan menggunakan beko milik dinas PUPR. Alat berat ini kita pinjamkan secara gratis, sedang operasionalnya berasal dari swadaya masyarakat," kataDarma Wijaya. (C-08/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments