Senin, 21 Okt 2019

Dari 374 di Indonesia, Hanya 222 PDAM Kategori Sehat

Senin, 19 November 2018 10:55 WIB
Medan (SIB) -Untuk meningkatkan kinerja PDAM, perlu sinergitas antara pihak pengelola atau manajemen PDAM, pemilik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dan seluruh stakeholder. Hal ini sebagai upaya peningkatan kinerja untuk menyehatkan PDAM sehingga peningkatan pelayanan air bersih dapat dirasakan masyarakat.

Hal ini disampaikan Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Ir Heri Batangari Nasution MPsi saat tampil sebagai narasumber pada sosialisasi "Program Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi Lingkungan" yang diselenggarakan Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara di Hotel Sibayak Internasional, Berastagi, tanggal 14 - 16 November 2018.

Heri Nasution yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Perpamsi (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) Sumut itu memaparkan, dari hasil audit tahun 2017, terdapat 438 anggota Perpamsi yang terdiri dari berbagai badan usaha seperti PDAM, PDAB, PAM, Perusda, BPAM, BPAB, BLU, UPT yang 18 di antaranya perusahaan yang dikelola  pihak swasta.

Ironisnya, katanya dari 374 yang dikelola PDAM hanya 222 PDAM (59,3%) yang berkategori Sehat, 98 PDAM (26,2%) dengan kategori Kurang Sehat dan 54 (14,4%) PDAM kategori Sakit.

Sementara itu hanya 115 PDAM yang telah menerapkan tarif FCR (Full Cost Recovery), sedangkan 259 PDAM belum menerapkan tarif FCR  atau tarifnya belum menerapkan nilai ekonomi karena belum dapat menutupi biaya produksi dan sulit mengembangkan pelayanan.

Sosialisasi itu dibuka Kadis Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara H Lukmanul Hakim ST diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai instansi terkait serta dari PDAM dan UPT Air Minum di seluruh Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan sosialisasi juga diisi paparan materi dari Direktorat Air Minum Kementerian PUPR, Perpamsi Pusat dan Bappeda Sumut. (A2/rel/f)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments