Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Danlanud Soewondo: Jalan Adi Sucipto Bukan Jalan Umum, Bagian Dari Markas TNI AU

DPRDSU Sesalkan Kewajiban Penggunaan Stiker Izin Lintas

Danlanud Soewondo: Jalan Adi Sucipto Bukan Jalan Umum, Bagian Dari Markas TNI AU

Sabtu, 08 September 2018 13:32 WIB
SIB/Roy Surya Damanik
MENJELASKAN: Dan Lanud Soewondo kolonel Pnb DP Lengkey didampingi Dan Sat POM Mayor I Gede Eka S dan Kapentak Mayor Jhoni Tarigan, menjelaskan di Medan bahwa stiker berlogo TNI AU RI yang akan dilekatkan pada kendaraan roda empat dan dua supaya bisa melin
Medan (SIB)- Ketua Komisi A DPRD Sumut HM Nezar Djoeli menyesalkan kebijakan TNI AU Lanud Soewondo Medan memberlakukan wajib stiker izin melintas Jalan Adisutjipto (sekitar eks Bandara Poloni) sepanjang kawasan militer Kosek Hanudnas III. Kebijakan itu dinilai menunjukkan kearogansiannya terhadap masyarakat, karena jalan tersebut merupakan salah satu fasilitas umum di Medan.

Hal itu ditegaskan Nezar Djoeli kepada wartawan, Jumat (7/9)  di Medan menanggapi adanya keresahan masyarakat, terkait surat edaran Komando Operasi TNI AU-I Pangkalan TNI AU Soewondo tentang stiker izin lintas wilayah Lanud Soewondo diwajibkan bagi masyarakat yang melintas sepanjang kawasan Lanud Soewondo mulai bundaran eks Bandara Polonia hingga simpang Avros.

Menurut Nezar, dengan membuat stiker izin lintas tersebut terkesan sepihak, terkecuali Kosek Hanudnas III Lanud Soewondo sudah mendapat hibah Jalan Adi Sucipto khususnya sepanjang kawasan Lanud Soewondo dari Pemko Medan ataupun Kementerian PUPR menjadi milik Angkatan Udara.

"Kalau jalan itu sudah dihibahkan, mungkin bisa ditolerir diberlakukan sistem stiker izin lintas, itupun jangan membebani rakyat. Kita khawatir dari penerapan wajib stiker izin lintas tersebut, ada kepentingan terhadap sesuatu hal tertentu, sehingga strategi-strategi awal dengan menggunakan stiker, ujung-ujungnya diduga ada kepentingan yang lebih besar terhadap stiker itu," ujarnya.

Politisi NasDem ini sangat kecewa terhadap kebijakan yang dibuat Komando Operasional Pangkalan TNI AU Soewondo melalui surat edaran, karena seolah-olah Jalan Adi Sucipto yang melintasi kawasan Lanud Soewondo hanya milik TNI AU. Padahal pemeliharaan jalan tersebut masih menggunakan uang rakyat melalui APBD.

"Harusnya jangan ada keistimewaan terhadap pengguna jalan yang hanya menyusahkan rakyat. Saat ini rakyat sudah sangat butuh dukungan pemerintah secara optimal, tapi malah di takut-takuti dengan kebijakan-kebijakan sepihak," tandas Nezar.

Politisi muda vokal ini juga sangat menyesalkan, dengan ditambahnya "polisi tidur" sepanjang Jalan Adi Sucipto, yang jumlahnya semakin banyak, sehingga menyulitkan pengguna jalan harus antrian panjang akibat kendaraan pelan-pelan saat melintasi "polisi tidur".

"Bisa dibayangkan, kendaraan harus melintasi 10 lebih "polisi tidur" yang dibuat mereka, akibatnya terjadi macet panjang. Padahal Jalan Adi Sucipto itu salah satu jalan alternatif menghindari kemacetan terjadi di Jalan Djamin Ginting, Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Juanda," ungkapnya.

Padahal, tambahnya, jalan yang padat lalu-lintas dan anak sekolah seperti Sekolah Harapan, SMA Negeri 2 Medan, bahkan SD Inpres Titi Kuning tidak memiliki "polisi tidur". Harusnya jalan yang melintasi sekolah yang perlu "polisi tidur" guna menghindari kecelakaan, bukan jalan yang kawasan relatif aman.

Sebelumnya, berdasarkan surat edaran Komando Operasi TNI AU-I Pangkalan TNI AU Soewondo No SE/02/VI/2018 tentang stiker izin lintas wilayah Lanud Soewondo disebutkan, dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah Lanud Soewondo serta untuk mempermudah pengawasan dan proses identifikasi terhadap kendaraan yang keluar/masuk melalui akses jalan di wilayah pangkalan, diberlakukan penggunaan stiker izin lintas Lanud Soewondo.

Kemudian disebutkan, stiker diwajibkan bagi warga sipil yang menggunakan akses TNI AU/melintasi di Jalan Adi Sucipto atau jalan lain yang ada kepentingannya dengan TNI AU. Stiker dibagi dua warna, yaitu warna merah untuk warga sekitar Lanud Soewondo dan warna biru bagi pengguna Jalan Adi Sucipto. 

BUKAN JALAN UMUM
Sementara itu, Danlanud Soewondo Kolonel Pnb DP Lengkey di dampingi Dan Sat POM Mayor I Gede Eka S dan Kapentak Mayor Jhoni Tarigan menepis adanya pungutan biaya untuk mendapatkan stiker tersebut. Diungkapkan Lengkey saat diwawancarai wartawan di Medan, Jumat sore, untuk surat edaran yang dikeluarkan itu memang benar ada yang isinya pemberlakuan stiker.

"Tujuannya untuk mengawasi dan memantau kendaraan yang lalu lalang di Jalan Adi Sucipto yang memang bukan jalan umum. Saya sudah mendengar bahwa warga beranggapan untuk mendapatkan stiker berlogo TNI AU ini membayar. Untuk sepedamotor dikenakan biaya Rp 25 ribu dan mobil Rp 35 ribu. Saya menegaskan itu semua tidak benar, untuk mendapatkan stiker tidaklah dikutip biaya sepersen pun," katanya dengan tegas.

Dijelaskan Danlanud, untuk mendapatkan stiker, warga hanya membawa persyaratan di antaranya foto copy SIM, STNK dan KTP. Lengkey menyampaikan kepada masyarakat bahwasanya Jalan Adi Sucipto merupakan bagian dari Markas TNI AURI. 

"Jadi perlu diketahui bahwa ruas Jalan Adi Sucipto ini bukan jalan umum, melainkan bagian dari Markas TNI AURI. Selama ini warga menganggap bahwa ini adalah jalan pintas dan bebas macet. Tapi sekali lagi pemberlakuan stiker ini untuk memantau dan mengawasi," ungkapnya. 

Disinggung bagaimana dengan kaitan kemacetan arus lalulintas di Jalan Adi Sucipto, Kolonel Lengkey menyebutkan volume kendaraan yang melintas di jalan tersebut sangat tinggi. 

"Nah itu yang saya katakan, bahwa warga beranggapan Jalan Adi Sucipto ini adalah jalan pintas. Jadi banyak warga yang menggunakan jalan ini. Stiker warna biru nantinya dibagi untuk warga sipil, sedangkan warna merah untuk untuk warga kompleks dan untuk TNI. Terkait stiker ini bukan hanya di Lanud Soewondo diberlakukan, di Bandara Halim Perdana Kusuma sudah lama berlaku terkait peraturan tersebut," terangnya.

Dikatakannya lagi, pemberlakuan stiker yang dipasang di kendaraan itu juga bertujuan untuk menjaga aset negara serta menjaga ketertiban dan kenyamanan di Jalan Adi Sucipto.

"Belum lama ini anggota kita lepas dinas dan berniat pulang ke rumah dengan mengendarai sepedamotor. Naas bagi anggota kita ditabrak mobil yang melaju kencang. Makanya kita membuat kebijakan pemasangan stiker dan membuat polisi tidur supaya pengendara tertib saat melintas di lokasi," pungkasnya. (A03/A16/d)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments