Minggu, 27 Sep 2020

DPRDSU Minta PLN Tidak Padamkan Listrik Selama Ramadhan

Kamis, 11 Juni 2015 11:06 WIB
Medan (SIB)- Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta untuk tidak menyakiti hati masyarakat Sumatera Utara. Dengan segala cara dan segala kemampuannya PLN diminta berupaya agar listrik tidak padam selama Ramadhan. "PLN harus memperbaiki kinerjanya dengan baik. Jangan sakiti hati umat yang sedang menjalankan ibadahnya," kata Ketua DPRD Sumut, H Ajib Shah SSos kepada wartawan di DPRD Sumut, Selasa (9/6).

Menurut Ajib, sewaktu jabatan Menteri BUMN dipegang Dahlan Iskan, pernah direncanakan untuk menyewa pembangkit listrik, namun rencana tersebut tidak maksimal disebabkan terkendala masalah keuangan di PLN Pusat dan akhirnya tidak terlaksana.

Karenanya, PLN harus mencari jalan keluar yang terbaik agar pemadaman listrik di bulan Ramadhan ini tidak terjadi lagi. Sehingga masyarakat dapat dengan tenang menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.

Jika pemadaman listrik tetap terjadi, DPRD Sumut akan melakukan kritisi ke Jakarta. "Sebaiknya jangan terjadi pemadaman," tegas Ketua DPD Golkar Sumut kubu Aburizal Bakrie tersebut.

Terpisah, Komisi D berharap pihak PLN tetap komit dengan pernyataan ketika disampaikan pada rapat. Begitu juga, dengan laporan bulannya. Demikian dikatakan Ketua Komisi D DPRD Sumut Mustofawiyah Sitompul di DPRD Sumut, Rabu (10/6).

Dimana, lanjut Mustofa, ketika itu pihak PLN konsisten tidak ada pemadaman lagi, termasuk di hari-hari biasa. Kalaupun ada pemadaman, kata politisi Demokrat Sumut ini, PLN menyampaikan bahwa telah terjadi gangguan atau kerusakan fatal terhadap jaringan, dikarenakan alam atau apapun.

Begitu pun, lanjutnya, pihaknya tetap meminta agar PLN Wilayah Sumut komit dengan pernyataan yang telah disampaikan ke Komisi D DPRD Sumut. Termasuk, laporan bulannya.

Kemudian, lanjut Mustofa, jika terjadi juga dikarenakan defisit energi, pihak PLN harus berusaha menyetop suplai energi ke sebagian industri, dan mengembalikan kepada masyarakat. "Itu komitmen PLN atas peningkatan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam memasuki hari besar keagamaan, seperti bulan puasa dan tahun baru," ujarnya.

Bahkan, ia juga mengungkapkan, dari janji-janji yang sudah dijadwalkan, paling lambat bulan Agustus listrik padam tidak terjadi lagi. Namun, dari keterangan PLN, bulan Juni tahun ini, itu sudah direncanakan. "Jangankan saat memasuki bulan puasa atau tahun baru, hari biasa saja PLN sudah menjadwalkan tidak terjadi pemadaman," ungkap Mustofa.

Untuk itu, dirinya berharap, komitmen yang sudah dibangun pada saat rapat dengar pendapat antara Komisi D dan PLN tetap konsisten. Jangan permalukan komitmen yang ada kepada masyaraklat, apalagi ketika masyarakat merayakan hari besar keagamaannya. (A21/h)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments