Selasa, 26 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • DPRDSU Desak Pemprovsu, Pemkab/Pemko Ekstra Hati-hati Awasi Masuknya Beras Plastik

DPRDSU Desak Pemprovsu, Pemkab/Pemko Ekstra Hati-hati Awasi Masuknya Beras Plastik

Sabtu, 23 Mei 2015 10:27 WIB
Medan (SIB)- Kalangan DPRD Sumut mendesak Disperindag Sumut untuk segera membentuk Tim Operasi Pasar yang melibatkan aparat kepolisian guna membongkar sindikat importir beras plastik yang peredarannya mulai dihebohkan masyarakat, Bahan beras plastik tersebut diduga menggunakan resin, plastik kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Desakan itu diungkapkan Wakil Ketua dan anggota Komisi B DPRD Sumut Ikrimah Hamidy, Jenny Riany L Brutu dan anggota Komisi D Drs Baskami Gintings kepada wartawan, Jumat (22/5) di DPRD Sumut menanggapi hebohnya peredaran beras plastik.

“Sindikat impor beras plastik yang masuk ke Indonesia apakah secara legal atau illegal, tidak dibenarkan, karena beras itu membahayakan konsumen. Pemerintah melalui tim operasi pasar harus segera menindak importirnya,” tandas Jenny Riany L Brutu senada Ikrimah Hamidy.

 Dengan lolosnya beras plastik masuk ke Indonesia, lanjut Jenny Brutu pengawasan terhadap masuknya barang luar ke tanah air sudah ‘kebobolan’, karena beras platik itu sudah dikonsumsi rakyat Indonesia akibat kelalaian pemerintah dalam melakukan pengawasan, sehingga masyarakat menjadi korban.

“Di mana pengawasan pemerintah terhadap kasus beras plastik tersebut? Apalagi, beras plastik sulit dibedakan dengan beras asli ketika dibeli dan baru diketahui setelah dikonsumsi,” kata politisi Partai Demokrat ini seraya mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam membeli beras.

Karena itu, Bendahara FP Demokrat ini minta Disperindag  Sumut bersama Tim Operasi Pasar ekstra mengawasi pasar, serta melakukan pencegahan agar beras plastik tersebut jangan sampai masuk ke Sumatera Utara.

Ikrimah Hamidy minta Disperindag segera turun ke lapangan dengan melibatkan BPOM (Balai Pengawas Obat-obatan dan Makanan) Provsu, kalau perlu kerjasama dengan pihak kepolisian, agar dapat ditindaklanjuti jika ditemukan beras plastik beredar di pasar.

Menurut politisi PKS ini, beras plastik itu dapat dengan mudah masuk ke Sumut, karena di sepanjang pantai Sumatera dari Aceh hingga Lampung cukup banyak pintu masuk yang ilegal, seperti dermaga-dermaga tidak resmi, termasuk wilayah Sumut. Situasi ini sangat memungkinkan masuknya barang illegal. “Di sini dibutuhkan pengawasan yang harus didukung pemerintah daerah dan angkatan laut,” katanya.

Dalam kaitan ini, tandas Baskami, pihaknya juga mendesak pemerintah untuk tetap ekstra hati-hati terhadap  masuknya beras plastik di tanah air ini agar tidak sampai meluas sampai ke provinsi lain termasuk Sumut. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang diuntungkan, sehingga tidak ambil pusing terhadap kasus beras plastik ini.

Ditambahkan legislatif sangat berharap kepada instansi terkait agar tegas dan kasus beras plastik benar-benar  diawasi lebih dalam. “Jika beras plastik itu benar diimpor secara legal harus dicabut izin importirnya dan diproses secara hukum demikian halnya kalau beras plastik itu masuk secara illegal,” tandasnya. (A03/y)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments