Selasa, 19 Nov 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Caleg Partai Pendukung yang Jelekkan Jokowi akan Direkam dan Dilaporkan ke TKN

Relawan JAM untuk Indonesia Dideklarasikan

Caleg Partai Pendukung yang Jelekkan Jokowi akan Direkam dan Dilaporkan ke TKN

admin Minggu, 17 Maret 2019 14:21 WIB
Medan (SIB)-Relawan Jokowi dan Mar'ruf Amin (JAM) untuk Indonesia siap mengawal pemenangan Capres nomor urut 01 dan memantau dukungan dari para partai pendukung, serta mengawal jalannya roda pemerintahan Jokowi periode kedua.

"Para relawan JAM ini hadir dan bekerja secara sukarela karena benar-benar relawan," ujar Ketua Relawan JAM untuk Indonesia, Darwin Nasution kepada sejumlah wartawan saat mendeklarasikan diri sebagai relaawan, Jumat (15/3) di Jalan Jermal XVII Medan.
"Kami akan melakukan pengawasan terhadap partai pendukung. Di Sumut ini, banyak Caleg dari partai pendukung, saat di lapangan tidak mengampanyekan Jokowi. Mungkin mereka takut karena menduga banyak bukan pendukung Jokowi di daerah pemilihannya, sehingga tidak mengkampanyekan Capres nomor urut 01," ujarnya.

Saat ini Relawan JAM untuk Indonesia sudah membentuk relawan di 12 kabupaten/kota seperti Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, Langkat, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu induk, Simalungun, Asahan, Batubara, Padanglawas Utara dan Tebingtinggi. Target ke depan, 20 kabupaten/kota akan dibentuk relawan.

Semua relawan akan mengawal kampanye yang dilakukan Caleg pendukung Jokowi di seluruh daerah di Sumut. Kalau ada yang menjelek-jelekkan Jokowi dalam kampanyenya akan direkam dan dilaporkan ke Tim Kampanye Nasional (TKN). Untuk itu, Darwin berharap seluruh Caleg dalam berpolitik, hendaknya memakai etika dan moral dalam berpolitik.

Kemarin sudah dibicarakan dengan Ketua Harian TKN Muldoko tentang banyaknya Caleg dari partai pendukung yang tidak mengampanyekan Jokowi. "Menurut beliau, kondisi itu sudah diketahuinya," ujarnya.

Dengan deklarasi ini, maka dukungan terhadap Capres nomor urut 01 kembali bertambah. Darwin menyebutkan, pihaknya deklarasi sebulan jelang Pilpres dengan mengambil segmen atau mencari dukungan yang belum terjangkau tim sukses serta relawan lainnya.

"Kami akan masuk ke komunitas-komunitas pekerja, nelayan dan buruh pabrik yang selama ini kurang terperhatikan," ujarnya.
Menurut analisanya, dengan banyaknya partai pendukung Capres nomor urut 01 sekarang ini, harusnya Jokowi bisa menang. Disebutkannya, di Pilpres 2014, Jokowi berhasil menang dengan angka 53,4 persen. Sedangkan dukungan partai politik saat itu 40,88 persen. Artinya ada 12,27 persen masuk dukungan Jokowi dari bukan partai pendukung, tetapi masyarakat yang simpati kepadanya.
Di Pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf didukung koalisi Parpol dengan persentase 62,16 persen. Dengan ditambah pendukung Jokowi pribadi sebesar 12,27 persen, maka harusnya Jokowi-Ma'ruf Amin bisa menang di angka 74,43 persen, jelasnya.

Di Pilpres 2014 lalu, Jokowi masih sebatas calon. Saat ini, di Pilpres 2019, Jokowi merupakan calon petahana yang sudah banyak bekerja untuk rakyat. Banyak masyarakat yang sudah menikmati program kerja dari Jokowi selama menjadi presiden.

"Artinya kalau semua bekerja, peluang menang akan lebih besar. Relawan JAM Indonesia ini tidak akan bubar setelah Jokowi-Ma'ruf Amin menang, karena kami sebagai relawan ingin memastikan dan ikut mengawal pemerintahan ke depan agar bekerja sesuai janji politiknya," ujarnya mengakhiri.

Pengurus Dewan Pengurus Provinsi Sumut Periode 2019-2024 di antaranya Ketua Darwin Nasution, Wakil Ketua Edy Kurnia Situmeang, Edi Sutrisno, Sekretaris Junaidi, Wakil Sekretaris Mudi Sumantoko, Azmil Suhairy dan Bendahara Yusra Diana. Kabid Hubungan Daerah Firma Kemit, Kabid Kampanye Sulaiman, Kabid Pengerahan Massa Waladun Soleh dan Kabid Akomodasi Suwandi Sihombing. (A13/h)



T#gs Caleg Partai Pendukung yang Jelekkan Jokowi akan Direkam dan Dilaporkan ke TKN
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments