Rabu, 16 Okt 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Bupati Deliserdang Mengaku Cemburu, Pembangunan Kota Medan Disokong APBD Provinsi dan APBN

Terima Kunker Tim III DPRD Sumut

Bupati Deliserdang Mengaku Cemburu, Pembangunan Kota Medan Disokong APBD Provinsi dan APBN

admin Kamis, 13 Juni 2019 10:54 WIB
SIB/Dok
TERIMA: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan didampingi Pimpinan OPD terima kunker tim III DPRD Sumut yang dipimpin Kordinator Wagirin Arman di Lubukpakam, Rabu (12/6).
Lubukpakam (SIB) -Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan menerima kunjungan kerja (kunker) Tim III DPRD Sumut yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman sebagai kordinator,di Aula Cendana Kantor Bupati, Lubukpakam, Rabu (12/6).

Pada kesempatan itu bupati berbicara persoalan infrastruktur jalan hingga tanah eks HGU PTPN2 serta menyampaikan harapan kepada dewan agar Deliserdang bisa mendapat dukungan tambahan anggaran yang lebih besar.

"Enggak tepat kalau membangun Sumut namun mengabaikan Deliserdang. Tidak mungkin membangun Sumut tanpa membangun Deliserdang," kata Ashari Tambunan.

Soal infrastruktur jalan, Ashari bilang saat ini ada sekitar 1.600 Km lagi jalan kabupaten yang belum teraspal dari total keseluruhan 3600 Km. Ditengah keterbatasan anggaran yang dimiliki, Pemkab sangat berharap besar adanya dukungan yang lebih besar dari provinsi di kemudian hari.

Sebab menurutnya APBD Deliserdang kurang lebih Rp4 triliun, selama ini dipergunakan kepada yang tidak tersentuh APBD Provinsi dan APBN. "Tapi dana itu tidak cukup kami alokasikan, makanya ada jalan kabupaten yang kemudian kami serahkan dan menjadi kewenangan provinsi," kata Ashari.

Didampingi para pimpinan OPD, bupati juga mengungkapkan kecemburuannya soal infrastruktur di Kota Medan yang biayanya banyak disokong APBN. Ia sedih mengapa di setiap daerah perbatasan Kabupaten Deliserdang pembangunan sangat minim. Ia mencontohkan hal itu bisa dilihat di antaranya di Jalan Jamin Ginting ataupun dekat kawasan Jalan Cemara.

"Saat di Medan jalan besar tapi saat di Cemara jadi mengecil. Menjadi miris tentu kita melihatnya ketika di batas Deliserdang dilihat seperti jalan masih 10 ataupun 20 tahun lalu. Terus seperti di Kecamatan Percut Seituan yang menjadi kecamatan perbatasan dengan Kota Medan. Kalau pagi itu selalu macet, ingin kita hal yang seperti itu bisa terurai, kalau hanya mengandalkan Pemkab saya khawatir wilayah yang berbatasan dengan Medan menjadi kumuh," curhat Ashari.

Soal lahan eks HGU PTPN, Ashari menyebut banyak hal sebenarnya yang bisa dimanfaatkan dan dilakukan Pemkab. Lahan itu lanjut bupati harusnya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan pasar, sekolah, terminal hingga kantor kecamatan ataupun tempat pemakaman. "Pemakaman ini tidak boleh diabaikan karena setiap hari kematian juga terjadi dimana-mana.

Maaf saya kalau misalnya apa yang saya sampaikan terlalu panjang tapi itulah kenyataannya. Khusus untuk tanah pemakaman kita memang sangat membutuhkan sekali karena di Deliserdang ini kalau dilihat ada yang meninggal setiap harinya dan ini harus bisa menjadi perhatian kita bersama," kata Ashari.

Sementara Ketua Tim, Muprin Nasution dan rekan-rekannya banyak menyampaikan berbagai hal agar apa-apa yang diharapkan bupati bisa direalisasikan. Salah satu cara cepatnya adalah disebut dengan cara menyampaikan langsung ke Gubernur, Edy Rahmayadi.

"Sama-sama kita ke gubernur untuk menyampaikan keinginan pak bupati dan apa keinginan kita yang dari Dapil Deliserdang ini. Sekarang sudah rumusan untuk APBD 2020. Secepatnyalah kita jumpa ke gubernur, supaya ada juga kenang-kenangan kita yang jadi dewan ini. Intinya agar pembangunan di Deliserdang bisa lebih baik lagi. Kita setuju apa-apa yang diucapkan bapak bupati," kata Muchrit.

Saat itu Wagirin sempat mengungkapkan bahwa kepentingan Deliserdang adalah kepentingan nasional. Jangan sampai katanya orang yang mau datang ke Medan takut karena jalan di kawasan perbatasan dengan Deliserdang selalu dalam keadaan macat.

Ia juga meminta agar Pemkab dapat menuliskan secara tertulis apa-apa yang diinginkan tersebut. Dianggap kalau sudah ada yang tertulis lebih mudah untuk diperjuangkan.

Karena sepakat dalam waktu dekat Pemkab pun akan sama-sama ke provinsi ikut mendampingi dewan bertemu dengan gubernur.(T05/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments