Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Buku “Soekirman, Jejak Sang Pelayan Rakyat” Diluncurkan

* HT Erry Nuradi: Soekirman Berprinsip Tajam Tidak Melukai dan Pintar Tidak Menggurui
redaksisib Sabtu, 23 Mei 2020 10:19 WIB
Diskominfo Sergai

SERAHKAN : Bupati Sergai, Ir H Soekirman disaksikan Dr HT Erry Nuradi MSi menyerahkan buku “Soekirman, Jejak Sang Pelayan Rakyat,” kepada tokoh pemekaran Kabupaten Sergai, H OK David Purba, Kamis (21/5).

Sergai (SIB)
Mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Dr H Tengku Erry Nuradi MSi didampingi Putra Sulungnya, Tengku Ryan Novandi menghadiri launching buku "Soekirman, Jejak Sang Pelayan Rakyat," Kamis (21/5) malam di Kediaman Pribadi Bupati Serdangbedagai (Sergai) Ir H Soekirman di Kelurahan Batangterap, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Buku tersebut memuat sepak terjang Soekirman, baik sebagai seorang aktivis maupun sebagai birokrat, yang ditulis dari sudut pandang para penulis yang berasal dari berbagai latar profesi seperti, mantan Gubernur Sumut yang juga pernah menjabat Bupati Sergai Dr HT Erry Nuradi MSi berpasangan dengan Soekirman sebagai wakil bupatinya.

Selain HT Erry Nuradi, ada juga sosok Agus Marwan SIP MSP Sekjen Forum Masyarakat Literasi Indonesia (Formalindo), Eric Hutasoit SE seorang pekerja komunikasi dan advocat, Dr Shafwan Hadi Umry MHum dosen dan sastrawan dari Sumut, Faisyal Riza SAg MA pengamat politik dan dosen pemikiran politik Islam di UIN Sumut.

Selanjutnya, Abdul Firman Kursin SPd MPd aktivis masyarakat sipil dan pengamat politik, Iswan Kaputra SKom MSi aktivis sosial, Wahyudi SSos aktivis masyarakat petani, Baringin Lumbangaol SE dari kalangan jurnalis, Dr Purwadi SS MHum staf pengajar bahasa Jawa di Universitas Yogyakarta, dan Taslim Moeis SPsI MBA CBA analis bakat dan Managing Director TMC Indonesia.

Bupati Sergai, Ir H Soekirman menyampaikan bahwa tulisan dalam buku ini merupakan potret dirinya berdasarkan sudut pandang orang-orang dari berbagai latar profesi yang memiliki pengalaman dan kisah dalam memandang sosok dirinya.

"Melalui buku ini saya merasa dipotret dan dinilai oleh orang yang selama ini tidak pernah saya duga. Ibarat seorang tukang pangkas atau fotografer, sehebat apapun kemampuannya, ia tidak bisa memangkas ataupun memotret dirinya sendiri. Ia butuh orang lain untuk memangkas atau memotretnya, agar ia tahu bagaimana ia adanya," ungkap Soekirman.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada para penulis yang memberikan masukan pada buku ini. Dan berharap, buku tersebut dapat meningkatkan pemikiran intelektual, bahwa jika berbicara, harus pakai dasar, ada referensi dan pakai saksi.

"Saya teringat kata bijak yang mengatakan, jika engkau bukan siapa-siapa, maka tulislah sebuah buku. Karena jika kelak engkau telah tiada, orang-orang akan tetap mengenangmu dan tentang apa yang telah engkau lakukan," pungkas Soekirman.

Sementara, HT Erry Nuradi dalam testimoninya mengisahkan sosok Soekirman sebagai mitra kerja yang menyenangkan, rendah hati, sederhana, tahu menempatkan diri, dekat dengan masyarakat, intelektual dan mengakar ke bawah. Soekirman seorang pekerja yang ulet, pantang menyerah, tidak pernah berselisih dengan pimpinan dan mengerti tugas dan fungsi sebagai wakil bupati.

"Soekirman ini sosok yang multi toleransi. Memegang prinsip tajam tidak melukai dan pintar tidak menggurui, tinggikan seranting dan dulukan selangkah untuk orang yang dihormati, serta nerimo dan ikhlas. Yang tahu akan kiasan-kiasan tersebut, pasti akan mengerti. Dasar inilah yang menjadikan pasangan kami masuk dalam pasangan bupati dan wakil bupati terharmonis hingga akhir masa jabatan," terang Erry Nuradi.

Sedangkan Agus Marwan, penulis sekaligus editor buku tersebut, dalam testimoninya mengatakan, buku ini dibuat secara gotong-royong dimasa pandemi Covid-19 dan selesai dalam kurun waktu satu setengah bulan.

"Kalau ingin mengenal sosok Soekirman lebih dekat lagi, cukup membaca buku ini," ungkap Agus Marwan.

Dalam kesempatan itu, para penulis lainnya juga menyampaikan testimoni yang pada intinya menjelasjkan sepak terjang seorang Soekirman sejak menjadi guru, seorang aktivis, pemerhati pertanian dan lingkungan, dosen pertanian di USU, hingga menjadi birokrat dengan menjabat Wakil Bupati dan Bupati Sergai. (T06/p)

T#gs BukuDiluncurkanErry Nuradi
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments