Jumat, 19 Jul 2019

Ibadah Natal GKPI Sriwijaya Dirangkai jAMUAN Kudus

Bishop GKPI Ajak Jemaat Jangan Bersungut-sungut

admin Kamis, 27 Desember 2018 13:16 WIB
Medan (SIB)- Seribu lima ratusan jemaat GKPI Medan Kota Sriwijaya kusyuk beribadah Natal, Selasa (25/12). Ibadah Natal juga dirangkai dengan perjamuan kudus.

Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh dalam khotbahnya mengajak jemaat GKPI selalu bersyukur dalam segala hal. Tidak boleh bersungut-sungut atau mengeluh sebab Allah itu luar biasa, selalu membantu dan memerhatikan orang yang percaya kepadaNya. "Karena itu minta dan berdoalah, maka akan diberikan apa yang akan kamu minta. Hendaklah kita selalu bekerja sambil berdoa," ujarnya.

Dijelaskan Bishop, perayaan kelahiran Yesus Kristus merupakan kabar gembira dimana manusia diperdamaikan dengan Allah, dosa manusia dibayarkan, diselamatkan, dibangkitkan dari lubang kubur, mendapat mahkota kerajaan dan juga kasih setia. 

"Natal yang kita rayakan kali ini bukan hanya kejadian yang sudah terjadi, tetapi juga peristiwa yang akan datang. Karena Allah itu abadi, walau segala isi bumi ini akan berlalu, tetapi firman Allah akan tetap untuk selama-lamanya," ujarnya.

Bishop juga berharap kepada seluruh warga  Indonesia yang akan melakukan pemilihan umum (Pemilu) baik itu Pilpres dan Pileg 2019 agar menjaga kebersamaan sehingga Pemilu dapat berjalan lancar dan damai.    

Ibadah Natal itu diisi masuknya barisan prosesi, penyalaan lilin, Koor lansia GKPI Medan Kota, Koor Ina Hosanna GKPI Medan Kota, Koor Ina Debora GKPI Medan Kota, Koor Pemuda Pemudi dan Remaja GKPI Medan Kota, Doa Syafaat yang dibawakan Vikar Daniel Pasca Putra Lubis SSi, Koor Pria Maranatha GKPI Medan Kota dan perjamuan khusus. 

Sementara itu pada ibadah malam Natal pada Senin (24/12), Pendeta GKPI Resort Medan Kota Pdt Gunawan Panjaitan MTh dalam khotbahnya mengatakan, kehadiran Yesus Sang Juru Selamat ke dunia bukan karena manusia memintanya, tapi merupakan karunia Allah sendiri.

Dikatakannya, peristiwa Natal hendak menegaskan bahwa sukacita bukan ditentukan seberapa banyak harta atau kekayaan yang dimiliki. Tapi ditentukan seberapa besar orang menyambut keselamatan Allah yang telah datang.

"Di saat hidup kita penuh pergumulan dan derita, saat itulah berita suka cita Natal digemakan. Di saat kita kehilangan pengharapan dan lelah dengan persoalan hidup, di tengah gelora kehidupan dunia yang tidak pernah berhenti, Allah memerkenankan sukacita menjadi milik semua bangsa," terangnya.

Di ibadah malam Natal itu Polri dibantu personil TNI Pemko Medan dan unsur OKP seperti AMPI Kota Medan melakukan pengamanan dan mengatur lalulintas. Sehingga perayaan malam Natal tersebut berlangsung aman, tertib dan nyaman. (A12/A10/d)


Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments