Sabtu, 23 Mar 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Baru Dikerjakan, Proyek Pengerasan Jalan di Desa Bah Sidua-Dua Sergai Sudah Rusak

Baru Dikerjakan, Proyek Pengerasan Jalan di Desa Bah Sidua-Dua Sergai Sudah Rusak

admin Jumat, 15 Maret 2019 11:39 WIB
SIB/Dok
RUSAK : Inilah bagian ruas jalan hasil proyek pengerasan jalan dengan Lapen macadam di Desa Bah Sidua-Dua Serbajadi, Sergai, yang baru selesai dikerjakan tetapi sudah rusak kemudian ditambal dan ditutupi dengan pasir tebal. Warga menyesalkan hasil proyek Dana Desa TA 2018 bernilai lebih Rp 455 juta tersebut. Foto Dipetik Rabu (13/3).
Sergai (SIB) -Baru hitungan bulan selesai dikerjakan, proyek pengerasan jalan dengan Lapisan Penetrasi (Lapen) macadam bernilai ratusan juta di Dusun II Desa Bah Sidua-Dua, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sudah rusak.

"Pekerjaan proyek ini patut dipertanyakan kualitasnya. Kenapa baru dikerjakan sudah rusak. Ini dia yang baru ditambal lalu ditutupi pasir tebal," ungkap warga pengendara sepedamotor yang minta namanya tidak disebutkan menyoroti kondisi proyek jalan tersebut kepada SIB di lokasi proyek di Dusun II, Desa Bah Sidua-Dua Serbajadi, Sergai, Rabu (13/3).

Menurut warga yang mengaku setiap harinya melintas di wilayah ini, proyek jalan dengan volume 650 m x 3 m tersebut bersumber dari Dana Desa (APBN) tahun 2018 berbiaya Rp 455 juta lebih dengan pelaksanaan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) desa. Padahal, warga sangat mendambakan jalan yang bisa menghubungkan antar desa ini hasilnya baik, sehingga bisa bertahan lama. Karenanya, warga pun sangat menyesalkan hasil pekerjaan proyek yang anggarannya cukup besar tersebut.

Pantauan SIB di lokasi, sejumlah titik di sepanjang ruas badan jalan yang baru ditambal terlihat ditutupi pasir, diduga untuk menutupi agar bagian jalan yang ditambal tidak kelihatan. Kemudian, di bagian ruas jalan lainnya terlihat pori-pori aspal yang kurang rapat sehingga bakal gampang terkelupas terlebih di saat musim hujan.

Sementara, Pj Kades Bah Sidua-Dua S Sianipar saat dikonfirmasi lewat ponselnya, Kamis (14/3) mengatakan jalan tersebut selesai dibangun Bulan Juni 2018 lalu. Kemudian, seminggu yang lalu dilakukan finishing, mana bagian jalan yang rusak dikupas ulang. Saat ditanyakan kenapa kualitas jalan yang dibangun sangat rendah dimana dalam hitungan bulan sudah rusak, ia beralasan, karena dasar tanah semula merupakan tanah labil dan setiap hari dilewati masyarakat. "Jalan itu kan dilintasi masyarakat pengguna jalan. Mana mungkin kita melarangnya lewat di sana," katanya menutup. (C-08/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments