Rabu, 20 Nov 2019

Perpamsi Sumut Gelar Diklat

Banyak Tenaga Kerja PDAM Tak Miliki Pengetahuan Soal Air Minum

Selasa, 09 Juni 2015 11:23 WIB
SIB/dok
FOTO BERSAMA: Para pengurus DPD Perpamsi Sumut, direktur PDAM dan nara sumber dari daerah dan Jakarta pada pembukaan Diklat di Hotel Antares Medan, Minggu (7/6).
Medan (SIB)- Kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat menentukan keberadaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat terhadap air bersih.

“Kalau SDM berkualitas, PDAM pasti akan bagus,” tegas Kumala Siregar dari YP Tirta Dharma Persatuan Air Minum seluruh Indonesia (Perpamsi) Jakarta pada pembukaan   pendidikan dan latihan (Diklat) manajemen perusahaan air minum berbasis kompetensi tingkat madya angkatan ke 71 di Hotel Antares , Jalan SM Raja Medan, Minggu (7/6) malam.

Menurur Kumala, saat ini banyak tenaga kerja PDAM yang tidak memiliki pengetahuan tentang air minum, kalau pun ada jumlanhya sangat terbatas. Hal ini disebabkan, ilmu tentang air minum sangat khusus. Padahal, SDM salah satu dasar untuk kebersenambungan pengelolaan air minum. Jadi  perlu dilakukan  Diklat manajemen perusahaan air minum berbasis kompetensi.

Dari Diklat ini perserta akan mendapat sertifikat yang menjadi salah satu syarat jika ingin menjadi direksi sebagaimana ditegaskan Permendagri nomor 2 tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM. Mengingat pentingnya SDM, mantan Dirut PDAM Tirtanadi Medan ini meminta seluruh Dirut PDAM di Sumut mengalokasikan anggaran untuk diklat bagi setiap anggota.

Kumala berharap Perpamsi Sumut dapat tumbuh dan berkembang seperti di Jawa. Untuk Sumbagut, Sumut jangan tertinggal. Apalagi sarana dan prasarana di Sumut suda cukup.

Sebelumnya Ketua Perpamsi Sumut Zaharuddin Sinaga, SE menegaksaan, pihaknya terus menjaga dan mengawal keberadaan Permendagri nomor 2 tahun 2007, tentang pentingnya  sertifikasi bagi setiap yang ingin menjadi direksi.

Calon Wali Kota Tanjungbalai ini menegaskan, sesungguhnya tantangan PDAM ke depan sangat besar dan kompleks,  oleh karena itu pengelola PDAM harus memiliki lintas ilmu pengetahuan. Justru, diklat merupakan salah satu motivasi agar keberadaan PDAM baik ke depan. “Ke dapan orang yang mendapat posisi harus memiliki kriteria,” tegas Direktur PDAM Tirta Kualo ini. 

Zaharuddin   mengingatkan kembali, makna dari diklat yakni;  merubah, membentuk pola pikir (mindset), karakter dan prilaku  pegawai PDAM, khusus bagi yang mempunyai jabatan.  Seluruh bidang pegawai dan pejabat struktur PDAM harus memiliki kompetensi yang berorientasi kompititif, dan menciptakan sumberdaya professional.
Mengingat hal itu, calon wali kota yang mendapat dukungan  masyarakat Tanjung Balai ini ini, meminta para peserta agar mengikuti Diklat secara sungguh-sungguh. Pulang dari Diklat harus membawa perubahan.

 Diklat yang berlangsung  7 hingga 18 Juni 2015 diikuti sekira 30 peserta dari PDAM kabupaten/kota se-Sumut menghadirkan para instruktur  berpengalaman dari DPP PERPAMSI yakni; Ir. H. Budi Sutjahyo, MT. IPU, Ir. Purwoko Hadi, M. Sc, Drs. H. Benny Djumhana, MM dan Dr. H. Aji Setya Budi, SE, Ak, M. Si. Kemudian diperkuat instruktur lokal yakni Wakil Ketua DPD PERPAMSI Sumut juga Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Ir. Heri Batangari, M.Psi.(R10/w)
 
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments