Kamis, 06 Agu 2020

Bakar Bendera, Aliansi Umat Islam Tolak PKI Bangkit di Langkat

Minggu, 21 Juni 2020 11:30 WIB
Foto Dok/Gusma

BAKAR BENDERA: Aliansi Umat Muslim Kabupaten Langkat  dari  organisasi kepemudaan  Islam menolak Partai Komunis Indonesia (PKI) bangkit di kabupaten Langkat dengan membakar bendera PKI di bekas sumur pembantaian T Amir Hamzah, di Desa Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Sabtu (20/6). 

Langkat (SIB)
Majelis Ulama Indonesia bersama Aliansi Umat Muslim Kabupaten Langkat dari organisasi kepemudaan Islam menolak Partai Komunis Indonesia (PKI) bangkit kembali di Kabupaten Langkat dengan membakar bendera PKI di bekas sumur pembantaian T Amir Hamzah, di Desa Kwala Begumit Kecamatan Binjai, Sabtu (20/6).

Sebagai bentuk dari perlawanan terhadap PKI yang ingin menggantikan ideologi NKRI, aliansi umat antara lain Majelis Mujahidin, Al Washliyah, Kokam Muhammadiyah, BKPRMI Langkat dikomandoi Tengku Chandra Hardi sejak pagi sengaja mendatangi tempat kejadian pembantaian Tengku Amir Hamzah beserta 26 keluarga Kesultanan Langkat.

Menurut Tengku Chandra, T Amir Hamzah telah difitnah, diculik, disekap dan disiksa hingga nyawanya dihabisi PKI di Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat pada peristiwa Maret berdarah tahun 1946 secara sadis, kejam, tak berperikemanusiaan serta tidak sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila.

Dari kesaksian masyarakat sekitar, tempat kejadian ada ditemukan 3 sumur yang kini telah rata ditimbun tanah. Warga tersebut menunjukkan bekas sumur yang menjadi tempat sekaligus saksi bisu sejarah kekejaman PKI saat itu. Tiga sumur itulah yang salah satunya menjadi tempat peristirahatan terakhir Tengku Amir Hamzah yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah pusat setelah PKI berhasil ditumpas dan dibubarkan serta dinyatakan sebagai partai terlarang sejak tahun 1965.

Sebagai penghargaan pahlawan nasional yang juga dikenal sebagai sastrawan, pujangga baru itu, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah berharap agar pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat bisa merealisasikan pembangunan monumen sejarah kebiadaban PKI di bumi Langkat.

Tak hanya itu, Al Washliyah Langkat juga menyatakan sikap tegas secara terbuka. "Kita tidak ada ditunggangi oleh pihak manapun, ini murni inisiatif kita dari Aliansi Umat Islam yang menginginkan agar peristiwa kekejaman PKI tidak terulang kembali dan menolak keras paham komunis bisa hidup lagi di negara kita. Sebab kita tak ingin bangsa kita dikotori paham komunis dan ateis," ungkap Rauddin Purba selaku perwakilan Alwashliyah Langkat.

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat juga menyatakan sikap dan harapan yang sama meminta pemerintah untuk memperhatikan sejarah peringatan pembantaian PKI di bumi Langkat ini agar generasi muda mengetahui tentang sejarah tersebut,

"Karena di beberapa tempat ditemukan tulang belulang dan kita tak ingin jejak tragedi ini hilang dan sirna tanpa bekas sehingga kami berharap agar pemerintah perlu membangun satu tugu peringatan di tempat kejadian yang memilukan itu agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi," ujar Ahmad Mahfuds selaku Ketua MUI Kabupaten Langkat itu mengakhiri. (M24/d)


T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments