Selasa, 15 Okt 2019

BNNP Sumut Buat Program RBM dan Bentuk "Agen Pemulihan"

admin Jumat, 16 Agustus 2019 12:42 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) membuat program percontohan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dan membentuk dukungan pendampingan sosial yang disebut "Agen Pemulihan".
"Program percontohan RBM akan diresmikan langsung oleh Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko di wilayah Kelurahan Kampung Lalang, Senin (19/8)," ujar Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Drs Atrial SH melalui Kabid Rehabilitasi AKBP Magdalena br Sirait kepada wartawan, Kamis (15/8).

Dijelaskan Magdalena, sebelum program percontohan RBM diresmikan, hari ini (Kamis-red), BNNP Sumut bersama petugas gabungan dari unsur TNI, Polri dan Kecamatan melakukan razia di Kelurahan Lalang Kecamatan, Medan Sunggal untuk menjaring penyalahguna narkotika. Selain itu razia dilakukan untuk menekan peredaran narkotika.

"Razia yang dipimpin langsung Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP Sumut, Kombes Pol Sempana Sitepu hari ini dilakukan dalam rangkaian pelaksanaan pencanangan Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar). Korban penyalahguna narkotika yang terjangkau dalam razia akan dilakukan screening dan asesmen oleh Bidang Rehabilitasi BNNP Sumut yang saya pimpin," terangnya.

Lanjutnya, BNN juga akan mengaktifkan peran serta masyarakat dalam menanggulangi permasalahan narkotika di wilayah tersebut dengan melaksanakan RBM melalui pendekatan kesehatan masyarakat di Kelurahan Lalang. Layanan RBM akan dilaksanakan oleh warga Kelurahan Lalang yang telah dilatih oleh BNN dan disupervisi oleh Bidang Rehabilitasi BNNP Sumut.

Korban penyalahguna narkotika dalam tingkat penggunaan ringan dapat langsung ditangani oleh Kader RBM yang sudah dilatih oleh BNN, sedangkan tingkat penggunaan sedang dan berat dapat dirujuk ke lembaga rehabilitasi milik pemerintah maupun swasta," ungkapnya.

Magdalena menerangkan, BNN juga sudah melatih warga untuk menjadi "Agen Pemulihan". Tugasnya melakukan pemantauan, pencatatan dan pendampingan kepada korban penyalahguna yang telah selesai menjalani rehabilitasi agar dapat mempertahankan pemulihannya dan membimbing klien untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Contohnya seperti kegiatan dukungan kelompok sebaya, kegiatan keagamaan dan kegiatan yang terinklusi oleh masyarakat umum agar klien dapat pulih dan produktif.

Masih dijelaskan Kabid Rehabilitasi, Koordinator Aksi untuk Negeri, Wan Traga Duvan Baros yang merupakan kelompok masyarakat sipil yang aktif bersama-sama dengan BNN mensukseskan program percontohan serta melakukan pendampingan kepada korban narkotika. BNN diapresiasi secara keseluruhan terutama Bidang Rehabilitasi karena secara nyata telah membantu masyarakat dari awal bermasalah hingga selesai menjalani proses rehabilitasi dan pasca rehabilitasi.

Ditambahkannya lagi, Kepala Seksi Penguatan Rehabilitasi BNNP Sumut, dr Suku Ginting juga sependapat bahwa hal Ini adalah upaya negara untuk memenuhi hak warga negara agar hidup sehat dan bebas dari masalah penyalahgunaan narkotika. Bidang rehabilitasi secara khusus akan membina semua penyalahguna yang ada di Sumut dari awal tertangkap razia hingga mewujudkan masyarakat yang pulih dan produktif setelah terjebak dalam masalah Narkotika.

"Bidang Rehabilitasi BNN akan terus melakukan sosialisasi, edukasi dan kaderisasi kepada masyarakat agar sadar bahwa korban penyalahguna narkotika bukan aib keluarga, masalah yang tidak bisa diatasi ataupun stereotype lainnya yang mengandung konotasi negatif pada permasalahan narkoba. Upaya membangun kesadaran masyarakat dalam melihat dampak buruk penyalahgunaan narkoba akan terus dilakukan oleh BNN beserta jajarannya sampai Visi Indonesia Bebas Narkoba akan terealisasi," pungkasnya. (M16/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments