Sabtu, 23 Mar 2019

BI Kurangi Uang Tidak Layak Edar di Medan, 8 Mobil Kas Keliling Dilepas

admin Jumat, 15 Maret 2019 11:01 WIB
Bank Indonesia
Medan (SIB) -Mengurangi UTLE (Uang Tidak Layak Edar ) di masyarakat,Bank Indonesia Kantor Perwakilan Propinsi Sumatera Utara menggandeng perbankan untuk ikut melayani masyarakat yang ingin menukar UTLE di delapan pasar di Medan yakni Pusat Pasar, Pasar Petisah, Pasar Bakti, Pasar Sukaramai, Pasar Simalingkar, Pasar Titi Papan, Pasar Titi Kuning, dan Pasar Sambas.

Direktur BI Perwakilan Sumut, Andiwiana didampingi pimpinan perbankan, launching 8 mobil kas keliling ke 8 pasar di Medan dari Halaman Gedung BI Jalan Balai Kota Medan,Kamis (14/3).

"Launching penukaran UTLE dan kas keliling ini bekerjasama dengan perbankan dan PD Pasar Kota Medan untuk mewujudkan ketersediaan ULE (Uang Layak Edar ) di tengah-tengah masyarakat sekaligus untuk menjaga kelancaran transaksi pembayaran dan mendukung clean money policy di wilayah Sumut khususnya di Kota Medan,ungkap Adiwiana kepada wartawan disela-sela acara launching tersebut.

Disebutnya, setiap mobil kas keliling itu tersedia uang sebanyak Rp 370 juta. Namun total uang yang disiapkan tersebut,katanya,tidak terbatas,karena berapa pun dibutuhkan masyarakat perbankan siap melayaninya.

Penukaran UPK dan UTLE di delapan pasar di Kota Medan dilayani dengan kas keliling oleh delapan bank yakni BRI, Mandiri, BNI, Permata, CIMB Niaga, Maybank, BRI Syariah dan BJB. Jadwal penukarannya dilakukan setiap Senin dan Kamis pukul 09.00 sampai 12.00 WIB.

Selain kas keliling di pasar, loket penukaran UPK dan UTLE juga dibuka sebanyak 70 loket di seluruh perbankan di Sumut. Jadwal penukarannya juga Senin dan Kamis pukul 09.00 sampai 12.00 WIB dengan modal Rp308 juta per loket per hari layanan.

"Kami memohon kerjasama dan bantuan para perbankan agar dapat mengedukasi kepada masyarakat bahwa pemenuhan kebutuhan uang tidak hanya dengan HCS tetapi juga dengan ULE(Uang Layak Edar ) eks peredaran, termasuk kebutuhan UPK," katanya. (A2/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments