Senin, 21 Okt 2019

BBSU Gelar Pekan Bahasa dan Sastra Sumut 2019

admin Kamis, 19 September 2019 12:32 WIB
SIB/Dok
Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara, Dr Maryanto MHum berfoto bersama para mentor kelas menulis, Rabu (18/9).
Medan (SIB) -Pekan Bahasa dan Sastra 2019 dengan tema 'Pelangi Bahasa dan Sastra Sumatera Utara' kembali digelar Balai Bahasa Sumatera Utara (BBSU) di Jalan Kolam Ujung, Rabu (18/9).

Kepala Balai Bahasa Sumut Dr Maryanto MHum dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun dan diisi berbagai perlombaan selama dua hari, 18 September dan 19 September 2019.

"Untuk tahun ini, ada 7 cabang perlombaan yang diselenggarakan. Antara lain, lomba reportase, debat Bahasa Indonesia, cerdas cermat Bahasa Indonesia, berbalas pantun, mendongeng cerita rakyat, bermain membaca dan dendang tradisi lisan. Dan untuk peserta yang ikut tahun ini hampir 600 orang. Jumlah itu mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya," katanya.

Lanjutnya, peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota yaitu Medan, Binjai, Deliserdang, Langkat, Dairi, Karo, Mandailingnatal, Taput, Sibolga, Tobasa, Tapteng, Tebingtinggi, Sergai, Simalungun, Siantar dan Asahan.

"Tema yang diangkat tahun ini dapat diartikan, bahwa bahasa dan sastra yang hadir lewat kegiatan tersebut sebagai ekspresi keberagaman. Namun, keberagaman ini disajikan untuk memerkuat persatuan dan kesatuan Indonesia. Dimana, pelangi diartikan dari sisi keberagaman, disisi lain pelangi ini juga untuk mempersatukan. Pekan bahasa dan sastra ini bukan kegiatan yang diada-adakan, melainkan sebuah pekerjaan yang diberikan dari para pendahulu kita. Artinya, mewarisi pesan-pesan mulia yang harus didukung dan dikembangkan setiap tahunnya," jelasnya.

Menurutnya, pekan bahasa dan sastra ini bukan sekedar rutinitas tahunan saja melainkan upaya pembinaan, pemasyarakatan dan peningkatan kualitas berbahasa dan bersastra.

"Kegiatan ini merupakan strategi kreatif dalam upaya pelindungan dan pelestarian eksistensi bahasa dan sastra Indonesia.
Tujuannya adalah meningkatkan apresiasi, sikap positif dan kepedulian masyarakat terhadap bahasa dan sastra daerah sebagai akar kebudayaan nasional," sebut Maryanto.

Selain itu, lewat kegiatan ini juga ingin dipastikan bahwa bahasa dan sastra hadir di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara. "Bukan sekedar perlombaan atau kompetisi bahasa dan sastra saja, melainkan untuk membangun kualitas sumber daya manusia," tandasnya. (M20/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments