Selasa, 20 Agu 2019

BBPOM dan KPID Cermati Iklan Makanan dan Obat-obatan Berbahaya

admin Senin, 11 Februari 2019 10:56 WIB
Ilustrasi.

Medan (SIB) -Banyak orangtua sepele terhadap jajanan yang diproduksi sebagian UKM di Sumut. Ada pelaku UKM yang tidak mengerti atau sengaja mencampurkan produk makanan yang bisa merusak tubuh bagi yang memakannya.

Untuk itu, BBPOM Medan dan KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Sumut tahun ini fokus mencermati produk UKM dengan tujuan produk tersebut sehat atau tidak.

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Yulius Sacramento mengatakan, tujuan mencermati produk jajanan agar masa depan masyarakat Medan senantiasa sehat dengan memakan makanan yang sehat. Pihaknya sangat peduli dengan kesehatan masyarakat, sehingga produk jajanan yang berbahaya akan menjadi target BBPOM ke depan.

"Supaya masyarakat kita tidak sakit maka makanlah makanan yang sehat, sebab yang berbahaya dapat menyebabkan penyakit degeneratif atau penyakit modern seperti gagal ginjal, kanker, serta kardiovaskular, ini sangat mahal biaya pengobatannya, berapapun anggaran kita tidak akan cukup kalau ini terus bergembang," katanya, Minggu (10/2).

Dikatakannya, ketika orang sudah terkena penyakit tersebut maka kualitas SDM juga akan menurun tidak hanya yang sakit, keluarga juga akan stres. Bahkan akan berdampak pada tiga hal yang berakibat yaitu SDM akan menurun, biaya kesehatan yang mahal, dan aspek sosial. Oleh karenanya perlindungan masyarakat ini harus selalu dilakukan.

"Kemudian kita perlu mendampingi masyarakat kita khususnya pembuat makanan jajanan di lingkungan sekitar kita seperti apakah itu UKM atau usaha perorangan dan indusri kecil, agar makanan ini aman dan bergizi," ujarnya. Sehingga, pihaknya akan terus melakukan gerakan pengawasan atas bahan bahan makanan dan obat-obatan, agar aman dikonsumsi masyarakat. Ini tugas bersama dan nantinya dengan pemerintah daerah, tokoh tokoh masyarakat dan media massa akan ikut mengawasi bahan makanan yang tidak sehat.

Sementara Ketua KPID Sumut, Parulian Tampubolon mengatakan, untuk setiap tayangan siaran iklan makanan dan obat obatan serta produkproduk yang muncul di televisi dan radio, harus sesuai standar penyiaran baik media televisi atau radio.

"Ini harus tunduk pada regulasi penyiaran, sebab pada intinya setiap menyiarkan produk makanan dan obat obatan serta produk-produk yang disiarkan harus mengetahui izin edar dari BBPOM serta Dinas Kesehatan," ujarnya.

Yang mana agar masyarakat merasa aman dan menjadi tuntunan dan tidak hanya sekedar tontonan, di mana masyarakat bisa menjadi sehat dan aman dengan menyiarkan produk yang aman dan sehat tentunya.

"Hingga saat ini sudah ada temuan yang melanggar periklanan dimana produk tersebut ternyata tidak ada izin dari BBPOM ataupun Dinkes, maka kami segera memberi surat teguran kepada lembaga penyiaran dan kami sudah lakukan sosialisasi tapi tetap saja kami masih temukan tayangan yang melanggar," ujarnya.

Dari beberapa tahun pihaknya sudah melakukan pengawasan yang ketat akan tetapi selalu ditemukan potensi pelanggaran seperti pada tahun 2018 ditemukan 18 pelanggaran.

Kemudian temuan periode Januari dan Februari 2019 ini sebanyak 8 temuan potensi pelanggaran. "Masalah ini kita sudah menegur serta membuat surat teguran kepada lembaga penyiaran agar iklan produk makanan atau obat-obatan muncul di TV dan radio harus dihentikan.

Untuk sangsi bagi telivisi maupun radio jika tidak mengindahkan teguran kami, maka kami bisa menutup stasiun mereka," pungkasnya. (A-05/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments