Kamis, 17 Okt 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Awal 2019, Pembaca Meter Rekening Air Pelanggan PDAM Tirtanadi Gunakan Android

Awal 2019, Pembaca Meter Rekening Air Pelanggan PDAM Tirtanadi Gunakan Android

Sabtu, 17 November 2018 15:59 WIB
Medan (SIB)- Awal Januari 2019, petugas pembaca meteran rekening air di rumah pelanggan PDAM Tirtanadi akan dilengkapi dengan ponsel berbasis android. Hasil foto langsung online ke server yang sudah terkoneksi dengan data base pelanggan yang sekaligus bisa dilacak oleh GPS (Global Position Sistem).
"Program ini harus bisa terwujud di akhir masa jabatan direksi PDAM Tirtanadi Maret 2019," ungkap Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin kepada SIB di kantornya, Jumat (16/11).

Program ini kata dia, untuk menghindarkan kesalahan pembacaan  meteran air. Dengan sistim ini  petugas tidak bisa asal taksir/tebak  saja  rekening yang tertera di meteran.

Karena selama ini petugas pembaca meter ke tempat pelanggan hanya menggunakan pencatatan  kartu biasa. Dengan cara itu petugas pembaca meter air setiap bulannya mendatangi pelanggan guna melihat angka meter. Setelah melihat angka meter, maka petugas memasukkan hasil angka meter air tadi ke sistem program komputer secara manual.

Jumirin mengatakan, program ponsel android sudah pernah diuji coba  PDAM Tirtanadi tahun 2016, namun, terkendala  karena kurang sempurna. Kemudian dilanjutkan lagi di tahun 2018,setelah dievaluasi, maka program ini kembali disempurnakan dan mulai diimplementasikan Januari 2019 untuk pembayaran Pebruari 2019.

Disebutnya,dengan sistem cara baca meter seperti ini masih ada beberapa kekurangan seperti tidak ada bukti pendukung kalau petugas pembaca sudah mendatangi rumah pelanggan, begitu pula angka meter yang diisi oleh petugas baca meter tidak teranalisa dan terverifikasi  dengan baik.

Jadi, katanya, pembacaan meter air pelanggan akan memberi kepastian terhadap angka meter air bagi setiap pelanggan. Meter air berkode akan dipasangi pada di rumah pelanggan. Kemudian  petugas pembaca meter memotret angka meter air dan rumah pelanggan, selanjutnya akan diverifikasi oleh operator yang sudah ditunjuk.

Tujuannya untuk memastikan angka meter yang sudah dipotret dan angka meter air yang sudah diinput oleh pembaca meter. Jadi dengan sistem baca meter air baru ini pelanggan mendapatkan kepastian terhadap jumlah pemakaian air yang dipakai selama sebulan karena tidak ada lagi pembaca meter yang hanya menebak jumlah pemakaian pelanggan.

Bagi pelanggan yang ingin memastikan jumlah pemakaian airnya, dapat datang ke kantor cabang untuk melihat hasil potret angka meternya. Kelebihan lain pemotretan, pelanggan bisa mengetahui  jumlah liter yang dipakai dan jumlah pembayaran rekening air pada bulan depan dengan menanyakan kepada petugas baca meter pada saat selesai memotret meter pelanggan. Disamping itu kondisi lapangan terdata secara visual seperti meter mati/kabur/pecah/tertimbun/berembun, pintu rumah pelanggan terkunci, ada anjing dan lain sebagainya.

Di akhir masa jabatan Direksi PDAM Tirtanadi Maret 2019, kata Jumirin, direksi menginstruksikan kepada jajarannya untuk kembali  mengimplementasikan program pencatatan air menggunakan HP android.

"Program pencatatan air sudah rampung 90%, mudah-mudahan berjalan lancar," ujar Jaman sambil mengatakan, petugas pencatatan air tidak bisa berbohong harus datang langsung ke rumah pelanggan.

Sebaliknya  pelanggan harus siap menerima kedatangan petugas, jika dalam 3 kali berturut-turut tidak bisa dicatat misalnya pintu pagar terkunci, maka   PDAM Tirtanadi akan menyurati pelanggan. Bisa jadi ada sanksi yang diberikan, ujarnya.

Saat ini  PDAM Tirtanadi memiliki 15 kantor cabang  yakni Cabang Medan Kota, Medan Amplas, Medan Denai,  Medan Belawan Kota, Diski, Sunggal, Cabang Yamin, Cabang Sei Agul, Cabang Cemara, Tuasan, Deli Tua, Berastagi, Sibolangit, Pancurbatu, Cabang Medan Labuhan. Sedangkan jumlah pelanggan 480.000 sambungan. (A2)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments