Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

Aset Bank Sumut Meningkat Jadi Rp 23 Triliun

* Gubsu PSP Ajukan Sejumlah Nama Calon Direktur Bisnis dan Syariah ke OJK
Sabtu, 23 Mei 2015 18:31 WIB
Medan (SIB)- Menutup tahun buku 2014, Bank Sumut menunjukkan kinerja signifikan. Hal ini terlihat dari beberapa indikator keuangan antara lain total aset mengalami peningkatan 8,81% atau mencapai Rp 23,4 trilun pada tahun 2014 dibanding aset tahun 2013 sebesar Rp.21,5 triliun atau naik Rp 1,89 triliun.

Indikator lainnya yang juga meningkat yakni Dana Pihak Ketiga (DPK), Rp18,9 triliun dan kredit yang diberikan Rp 18,1 triliun. Untuk meningkatkan kinerja Bank Sumut, jajaran direksi juga memprioritaskan program-program strategis untuk menuju public service bank.

Demikian tercermin dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2014 Bank Sumut yang digelar di Gedung Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (22/5). Rapat  yang dipimpin Gubsu Gatot Pujo Nugroho selaku pemegang saham pengendali (PSP) dihadiri oleh para kepala daerah selaku  pemegang saham Bank Sumut, Kepala Regional V Sumatera OJK Ahmad Soekro Tratmono, Ketua Komisi C DPRD Sumut H.Muchrid Nasution SE, Dewan Komisaris Bank Sumut dan Dewan Direksi Bank Sumut.

PERLAMBATAN

Sementara itu Kepala OJK ( Otoritas Jasa Keuangan)  meminta manajemen Bank Sumut meningkatkan kinerja  tahun 2015 mengingat kinerja bank itu pada  2014 mengalami perlambatan.

"Share Bank Sumut misalnya masih 10,06 % dari total aset  perbankan Sumut tahun 2014 yang  sebesar Rp233, 09 triliun atau Rp23, 389 triliun. Padahal harusnya  sebagai bank daerah yang sudah lama beroperasi bisa lebih  besar share-nya, " ujar Ahmad Soekro.

Selain itu, sebutnya, kredit Bank  Sumut masih bertumbuh 18,78 % dan dana pihak ketiga (DPK) 6,15 %.

Artinya kemampuan Bank Sumut menyalurkan kredit jauh lebih tinggi dari pada  kemampuan menghimpun DPK.

Adapun rata-rata perbankan Sumut, pertumbuhan  kreditnya masih  6,97 % dan DPK lebih tinggi atau  tumbuh 15,11 %.

Soekro berharap kinerja Bank Sumut  semakin perlu ditingkatkan karena angka NPl gross nya juga jauh lebih tinggi dari rata-rata perbankan Sumut
NPL gross Bank Sumut misalnya 5,47 % dari rata-rata perbankan Sumut yang 2, 7 %.

Sedangkan NPL nett bank Sumut juga 1,79 % dan juga masih lebih tinggi dari  rata-rata  perbankan Sumut.

"Meski NPL nett  Bank Sumut itu masih di bawah ketentuan, tetapi perlu ditekan terus untuk semakin menyehatkan Bank Sumut, " ujarnya.

Sebagai bank daerah, harusnya jumlah masyarakat yang menabung ke  Bank Sumut lebih banyak.

"Jadi  Bank Sumut harus meningkatkan kinerja khususnya layanan seperti membuka kantor cabang yang lebih banyak, ATM yang juga lebih banyak dan layanan lain yang bisa semakin memudahkan nasabah sehingga diminati,"katanya.

Sedangkan Gubsu mengatakan, apa yang diungkapkan  OJK itu harus dijadikan jajaran direksi Bank Sumut sebagai hal  yang harus diperbaiki.

Catatan OJK soal NPL gross Bank Sumut yang lebih tinggi dari rata-rata perbankan Sumut misalnya harus dipertanggung jawabkan direksi Bank Sumut kepada semua pemegang saham sehingga mereka tahu dan mengerti persoalannya serta bisa memberikan masukan sehingga kinerja Bank Sumut ke depannya akan semakin lebih baik.

"Semua itu harus diperbaiki untuk kepentingan Bank Sumut, Pemprov dan masyarakat Sumut,"kata Gatot.

RUPS tahun buku 2014, Bank Sumut mengesahkan beberapa agenda penting diantaranya pengesahan laporan keuangan PT.Bank Sumut Tahun Buku 2014 dan pengesahan penggunaan laba setelah pajak tahun buku 2014. Selain pelaksanaan RUPS tahunan, Bank Sumut juga menggelar RUPS luar biasa yang mengesahkan beberapa keputusan penting di antaranya pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris PT.Bank Sumut untuk mengesahkan penerbitan saham triwulan II, III,IV tahun 2015 dan triwulan I tahun 2016 atas penyetoran modal yang disetor penuh pada triwulan-triwulan tersebut, pemberian kewenangan kepada dewan komisaris Bank Sumut menunjuk kantor akuntan publik untuk pemeriksaan umum (general audit) Bank Sumut tahun buku 2015.

RUPS tersebut juga mengesahkan dana program CSR Bank Sumut serta perubahan komposisi kepemilikan saham dengan mengesahkan Kabupaten Batu bara dan Kabupaten Labuhan batu Utara sebagai anggota pemegang saham baru pada tahun 2015.

AJUKAN KE OJK

Gubsu dalam sambutannya juga memaparkan, ke depan  Bank Sumut harus lebih meningkatkan kinerja di tengah ketatnya persaingan. “Banyak BPD lain yang telah memasuki Sumatera Utara dan ini seharusnya bisa menjadi tantangan” jelas Gubsu.

Di kesempatan itu juga Gubsu sebagai PSP (Pemegang Saham Pengendali) menjelaskan dia sudah  mengajukan nama calon Direktur Bisnis dan Syariah yang belum terisi di Bank Sumut kepada OJK  baru-baru ini. "Jadi sedang menunggu tahapan fit dan proper test.” katanya.

Kepala OJK Soekro membenarkan PSP sudah mengajukan sejumlah nama ke OJK untuk jabatan direktur bisnis dan syariah Bank Sumut”. Nama-nama ini akan diproses,” ujarnya. (A2/y)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments