Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Aparat Hukum Diminta Usut Dugaan Pungli Rp 1 Juta Lebih/ Siswa MTs S di Desa Bukit Mas Langkat

Aparat Hukum Diminta Usut Dugaan Pungli Rp 1 Juta Lebih/ Siswa MTs S di Desa Bukit Mas Langkat

redaksisib Sabtu, 23 Mei 2020 10:31 WIB
bantenhits.com

Ilustrasi

Besitang (SIB)
Kejari Langkat diminta usut dugaan pungutan liar (Pungli) Rp 1 juta lebih per siswa di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTs S) Al-Ikhlas di Dusun Pantai Buaya Desa Bukit Mas Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat.

Dugaan pungli terhadap sejumlah 32 peserta didik di MTs S ini di saat mereka akan mengikuti ujian sekolah (US) dengan rincian, uang ujian Rp 850.000/ siswa, uang sewa laptop Rp 500.000, dan uang perpisahan Rp 150.000.

Hal ini diungkap salah seorang siswa MTs S berinisial Sa yang didampingi orang tuanya, Sal kepada wartawan termasuk SIB di Desa Bukit Mas, baru-baru ini.

Ironisnya, kata Sal, di saat virus corona mewabah yang berdampak terhadap lemahnya perekonomian masyarakat, tapi pihak sekolah masih melakukan pungutan uang perpisahan, dan sudah berjalan beberapa bulan tanpa adanya kegiatan.

Untuk apa uang itu dipungut kalau tidak ada kegiatan yang dinikmati anak-anak. Jangan-jangan pungutan uang ini hanya modus agar pihak tertentu di MTs S itu dapat uang.

Sebagai orang tua yang sehari-harinya bekerja keras mencari rezeki, saya minta agar uang perpisahan sebesar Rp 150.000 itu segera dikembalikan pihak sekolah kepada orang tua peserta didik, ucap Sal dengan nada kecewa.

Bukan itu saja, lanjutnya, sebagai orang awam, dirinya tidak paham soal aturan sekolah, apakah siswa kelas III saat akan mengikuti US harus membayar Rp 850.000 /siswa, jika tidak ada peraturan resmi yang mengharuskan itu, maka uang ini juga harus segera dikembalikan pihak sekolah kepada orang tua siswa.

Permintaan pengembalian uang ini tidak pakai lama, kalau tidak, maka dugaan kasus pungli ini akan saya laporkan ke aparat penegak hukum untuk diusut sesuai hukum yang berlaku, terangnya.

Menanggapi soal ini, pemerhati hukum di Langkat, Hasrizal SH kepada SIB, Kamis (21/5), mengatakan pungutan uang ujian sekolah di MTs S Bukit Mas itu sangat memalukan dan mencederai nama baik pendidikan di Langkat, ucapnya.

Uang US dipungut Rp 850.000/siswa, sewa laptop Rp 500.000, dan uang perpisahan Rp 150.000 tanpa kegiatan, ini mengindikasikan pihak bertanggung jawab di MTs S telah menyalahgunakan wewenangnya selaku pendidik.


Untuk itu diminta kepada aparat hukum di Langkat, turun ke sekolah melakukan penyelidikan, dan jika terbukti ada pungli, maka orang yang disebut bertanggung jawab dalam dugaan kasus ini seperti Ismail Siregar, selaku Ketua Yayasan yang juga Kasek MTs S, dan Wakasek, Dekdo yang juga Operator dan KTU sekolah untuk segera diproses hukum, ujar Hasrizal.

Sebelumnya, Ismail Siregar selaku Ketua Yayasan dan Kasek MT.s S Bukit Mas yang dikonfirmasi SIB di kediamannya, ia membenarkan pihaknya ada memungut uang US sebesar Rp 850.000/ siswa, sewa laptop Rp 500.000, dan Rp 150.000 uang perpisahan.

“Namun demikian, yang bertanggung jawab terhadap penggunaan uang tersebut adalah Wakasek MT s S, karena saya sudah tak fokus lagi terhadap operasional sekolah, tanyakan saja sama dia”, ucapnya.

Sementara itu, Wakasek MTs S, Dekdo membantah. "Kasek yang juga selaku Ketua Yayasan, Ismail Siregar mengatakan saya bertanggung jawab atas pungutan uang dari sejumlah 32 siswa, itu bohong," terangnya.

“Pak Ismail Siregar selaku pimpinan di sekolah, iya dialah yang bertanggung jawab, saya hanya bertanggung jawab atas pungutan uang Rp 500.000 untuk sewa laptop yang dipakai peserta didik saat ujian. Sedangkan uang perpisahan Rp 150.000 per siswa, itu di tangan wali kelas”, ujarnya seperti diberitakan SIB edisi, Senin (18/5), halaman 3. (M25/c)
T#gs Aparat HukumDesa Bukit MasLangkatpungliSiswa MTs S
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments