Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Anggota DPRD Pertanyakan Pemangkasan Anggaran Infrastruktur di Dinas PU Sebesar Rp 34 Miliar

Rapat Pembahasan P APBD TA 2019 Kota Medan

Anggota DPRD Pertanyakan Pemangkasan Anggaran Infrastruktur di Dinas PU Sebesar Rp 34 Miliar

* Dinas PU Diminta Bekerja Berdasarkan Skala Prioritas
admin Rabu, 14 Agustus 2019 16:32 WIB
SIB/Desra Gurusinga
PEMANGKASAN : Komisi IV DPRD Medan mempertanyakan pemangkasan anggaran infrastruktur di Dinas PU, Selasa (13/8) dalam rapat pembahasan P-APBD 2019 dengan Dinas PU Medan.
Medan (SIB) -Sekretaris Komisi IV DPRD Medan H Ilhamsyah SH mempertanyakan pengurangan atau efisiensi anggaran infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebesar Rp34 miliar di P-APBD 2019.

"Terjadinya pengurangan anggaran tersebut dikhawatirkan membuat makin carut marutnya kondisi infrastruktur yang ada di Medan," kata Ilhamsyah dalam pembahasan P-APBD 2019 antara Komisi IV dengan Dinas PU Medan yang dihadiri Kadisnya Isa Ansyari di ruang Komisi IV, Selasa (13/8).

"Pak Kadis, kenapa ada pengurangan anggaran di P-APBD 2019. Kami khawatir dengan adanya pengurangan anggaran itu akan membuat Medan semakin carut marut," ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ilham juga mempertanyakan proses pelaksanaan pengerjaan infrastruktur oleh Dinas PU yang selalu dikerjakan pada penghujung tahun anggaran.

"Kenapa banyak pengerjaan infrastruktur dilakukan di penghujung tahun anggaran. Kan bisa dipercepat pelaksanaan tender agar kualitas infrastruktur di Medan semakin baik," sebutnya.

Senada itu, anggota Komisi IV lainnya Daniel Pinem juga mempertanyakan kenapa ada pemangkasan anggaran fisik di Dinas PU Medan. Sebab, dengan adanya pemangkasan anggaran, justru akan membuat masyarakat semakin kecewa dengan Pemko Medan.

"Apalagi, anggaran untuk perbaikan infrastruktur yang dipangkas itu sudah kita anggarkan di APBD 2019. Jadi, kenapa harus adanya pemangkasan," tanyanya.

Menjawab itu, Kadis PU Isa Ansyari menyebutkan bahwa di P-APBD 2019 ada pengurangan anggaran sebesar Rp 34 miliar untuk pengerjaan fisik dan dialihkan ke dana kelurahan untuk pengerjaan fisik juga.

Skala Prioritas
Sementara itu, Dinas PU Kota Medan diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan skala prioritas. Selama ini banyak jalan yang masih bagus namun kembali diperbaiki, sedangkan jalan yang sudah rusak, tetap saja belum tersentuh perbaikan.

Koreksi itu disampaikan anggota Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH dalam rapat tersebut.

Setiap pekerjaan yang dilakukan dinas memang seharusnya memakai skala prioritas agar hasilnya baik. "Kalau jalan yang masih sedikit rusaknya, bisa ditunda perbaikannya. Namun yang sudah rusak, apalagi sampai parah, hendaknya mendapatkan skala prioritas," ujar Bendahara F-PDIP ini lagi.

Sedangkan anggota Komisi IV lainnya, Ahmad Arif SE MM meminta Kadis PU Kota Medan agar perbaikan parit dan beronjong di Jalan Amaliun Kecamatan Medan Area dilanjutkan. Kondisi parit yang tidak tuntas itu mengakibatkan saluran tumpat dan banjir.
Selain itu, kondisi Jalan Laksana - Ismaliyah Medan Area Selatan yang sudah 50 persen kondisinya rusak berlubang, diharapkan bisa segera diperbaiki.

Pada kesempatan itu, Daniel Pinem meminta perbaikan drainase di Jalan Parang melalui rel tembus ke Jalan Ngumban Surbakti Kecamatan Medan Johor segera diperbaiki. Diharapkannya juga, pihak PU cepat turun kalau ada keluhan masyarakat terkait infrastruktur rusak sehingga warga merasa nyaman tinggal di Kota Medan, ujarnya. (M13/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments