Senin, 13 Jul 2020

Anak Veteran dan Ormas Sayap Partai Golkar Tolak RUU HIP

Senin, 29 Juni 2020 21:58 WIB
Oki Lenore/SIB

Dewantara Sembiring

Gandi Togi Situmeang

Medan (SIB)
Pemuda Panca Marga (PPM) Sumatera Utara (SU) dan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) SU menolak pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Organisasi anak veteran dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) sayap Partai Golkar itu meminta DPR RI menghentikan pembahasan dan mencabut dari agenda program legislasi nasional (Prolegnas) karena kontra produktif serta mendapat penolakan luas dari sebagian besar komponen bangsa.

Pada apel yang dipusatkan di Markas Daerah (Mada) II PPM SU di Jalan Pasundan, Medan, Senin (22/6), Ketua PPM SU Irwan Sembiring mengatakan, seluruh jajaran keluarga besar putra/i veteran di SU menolak RUU HIP. “Penolakan dari PPM SU dan pengurus Se-SU sejalan dengan sikap Pengurus Pusat (PP) PPM dikomandoi Samsuddin Siregar,” ujarnya didampingi Sekretaris M Neil Aldrinsyah, Sekretaris Deparda SU Dewantara Sembiring.

Ia menunjuk Pancasila sebagai dasar negara yang sudah baku, final dan mengikat sesuai UU. “Presiden Joko Widodo pun berulang kali menegaskan, haluan negara adalah Pancasila yang tak dapat diganggu gugat. Titik,” ujarnya.

Irwan Sembiring mengatakan apel yang melibatkan keluarga besar pun berkaitan dengan zoom meeting Ketum Samsuddin Siregar dan PP serta hampir seluruh pengurus dari seluruh Indonesia.

Bersamaan dengan apel, syukuran penggunaan Sekretariat Mada II PPM SU yang permanen tiga lantai. “Semua difasilitasi Ketum PP PPM yang kebetulan berasal dari Medan. Terima kasih atas perhatiannya,” paparnya didampingi Wakil Ketua Tabrano Ginting, Sekretaris Deparda Dewantara Sembiring, Sekjen M Neil Aldrinsyah, Ketua OKK Putra Jaya Manalu, Bendahara Sujian dan Wakil Yudo serta Biro Perananan Wanita Jamilah.

Ikut dalam apel pengurus cabang seperti Ketua PC PPM Medan Henry Jon Hutagalung, Ketua PC PPM Langkat Revo Sembiring, Ketua PC PPM Deliserdang Njata Muhammad Said Ginting, Sekretaris PC PPM Deliserdang Dina Kartika Karpa dan Wakil Ketua PC PPM Binjai Sofyan Lubis.

Ormas Sayap Partai Golkar
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) II SOKSI SU Drs Freddy Sembiring melalui Wakil Ketua Achmad Firdaus Hutasuhut SH MSi menyampaikan hal serupa. Menurutnya, Pancasila adalah rumusan final sebagai falsafah dan dasar negara, yang merupakan norma tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Ini bagian tak terpisahkan dari empat konsensus dasar negara yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya didampingi Sekretaris Gandi Togi Situmeang SEAk MSi, Selasa (23/6).

Menurutnya, jika pembahasan RUU HIP tetap dilanjutkan sekalipun dengan skema penundaan, merupakan bentuk pengabaian terhadap fakta sejarah yang sudah final dan pemborosan, kemunduran serta mencederai konsensus seluruh tumpah darah Indonesia. "SOKSI SU memahami dan meyakini rumusan kelima sila Pancasila dalam alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945 adalah satu kesatuan yang bulat dan utuh serta final. Pemaksaaan pembahasan RUU HIP berpotensi mengundang perpecahan. Harus dihindari jangan sampai terjadi," tambahnya.

Gandi Togi Situmeang menambahkan, Ormas sayap Partai Golkar itu meminta pada Presiden Joko Widodo dan pimpinan DPR untuk mencabut pembahasan dari Prolegnas sebagai bentuk menampung aspirasi warga. “Pemerintah sedang fokus menangani pandemi Covid-19, DPR pun diharap berkontribusi besar pada upaya memroteksi warga Indonesia dari wabah penyakit,” harapnya.

Pria yang juga aktivitis dalam kegiatan sosial agama itu menguraikan, SOKSI SU mendukung penuh upaya dan langkah Presiden dalam percepatan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila demi percepatan memajukan kesejahteraan rakyat. (R10/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments