Minggu, 20 Sep 2020

Akademisi USU Sambut Positif Maklumat Kapoldasu Demi Sumut Tetap Kondusif

admin Minggu, 12 Mei 2019 11:49 WIB
Akademisi USU Roy Fachraby Ginting SH MKn
Medan (SIB) -Akademisi USU Roy Fachraby Ginting SH MKn menyambut positif maklumat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara tentang imbauan kepada masyarakat Sumatera Utara dalam berunjuk rasa.

Maklumat bernomor Mak/03/V/Huk.12.12/2019 tersebut terdiri dari 6 poin, yang ditandatangani langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dan hal ini tentu dengan tujuan agar Sumut tetap aman dan kondusif, ujar Roy Fachraby di kampus Padang Bulan Medan, Sabtu (11/5).

Dikatakan Roy Fachraby bahwa satu poin dari maklumat tersebut menegaskan bahwa apabila unjuk rasa bertujuan untuk makar, maka terancam sanksi pidana 15 tahun atau seumur hidup dan dal ini tentu dalam rangka dan upaya memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif di Sumut, katanya.

Dikatakannya, maklumat ini juga dikeluarkan guna menyikapi maraknya penyampaian pendapat di muka umum dan maklumat ini tentu sangat penting dalam memberikan rambu-rambu dan aturan yang jelas agar penanggung jawab dan peserta unjuk rasa dapat menyampaian pendapat di muka umum berdasarkan hukum dan aturan yang jelas dan dapat tetap dalam tatanan tidak menciptakan keonaran dan ketidak tertiban.

"Apalagi isi maklumat tersebut menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional yang dilindungi Undang-Undang dan dalam pelaksanaannya harus menghormati hak azasi manusia, menjaga ketertiban umum, disampaikan dengan bahasa santun, tidak menebarkan kebencian kepada perorangan, kelompok, agama, suku, dan atau golongan," kata Roy.

Dalam kaitan tersebut, Roy memandang bahwa isi maklumat yang menegaskan kepada masyarakat, dalam menyampaikan pendapat di muka umum supaya memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya UU Nomor 9 Tahun 2018 tentang kemerdekaan penyampaian pendapat di muka umum, dengan memperhatikan kewajiban, larangan dan sanksi.

Demikian juga kata Roy, Kapolda Sumut mengingatkan bahwa dalam menyampaikan pendapat di muka umum yang dapat membahayakan keselamatan orang atau petugas, maka dapat dilakukan tindakan kepolisian sesuai dengan Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.

Kapoldasu juga mengingatkan bahwa dalam menyampaikan pendapat di muka umum dilarang membawa, memiliki, menyimpan mengangkut atau menguasai senjata api, amunisi, bahan peledak, senjata tajam, senjata penusuk, atau senjata pemukul, serta peralatan lainnya yang membahayakan. Terhadap pelaku dapat diancam melanggar UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dan hal ini memang aturan hukum yang harus kita taati, kata Roy Fachraby Ginting.

Pada poin ke 5, kata Roy Fachraby, Kapoldasu mengingatkan bahwa pada saat penyampaian pendapat di muka umum dilarang melakukan kekerasan terhadap orang atau barang yang dapat mengakibatkan luka, luka berat atau maut, pelaku dapat diancam melanggar Pasal 170 KUHP dengan hukuman pidana paling lama 12 tahun dan hal ini wajib diketahui masyarakat agar tidak anarkis dalam melakukan aksi unjuk rasa dalam menyampaikan pendapat di muka umum, katanya.

"Terakhir, penyampaian pendapat di muka umum atau unjuk rasa yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah (makar), maka pelaku dapat diancam melanggar Pasal 107 KUHP dengan hukuman pidana paling lama 15 tahun atau seumur hidup," kata Roy. (M01/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments