Minggu, 27 Sep 2020

59 Meninggal Dalam 140 Laka Lantas di Sumut

* OPS Patuh Toba 2015, Terjadi 32.422 Pelanggaran
Kamis, 11 Juni 2015 11:30 WIB
Medan (SIB)- Tercatat telah terjadi 140 kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Sumut dengan 59 korban meninggal dunia. Menurut data, jumlah Laka Lantas dan korban meninggal dunia itu menurun bila dibanding periode sebelumnya.

Kepada wartawan melalui pesan singkat, Rabu (10/6), Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan mengatakan, periode sebelumnya, jumlah Laka Lantas tercatat 114 atau turun sekira 16 persen. Sementara, korban meninggal terdata sebanyak 57 orang atau turun sekira 3 persen.

Dikatakan, data tersebut merupakan hasil evaluasi Ops Patuh Toba 2015 yang digelar 27 Mei sampai 9 Juni 2015, terdata oleh Dit Lantas Poldasu beserta seluruh jajaran Sat Lantas Polres dan Unit Lantas Polsek.

"Sementara, jumlah pelanggaran yang terjadi selama Ops Patuh Toba sebanyak 32.422 perkara, dengan pemberian sanksi surat tilang sebanyak 27.931 dan teguran 4.491. Jumlah itu menurun antara 13 hingga 23 persen dibanding periode sebelumnya," ujarnya.

Disebutkan, pelanggaran yang dilakukan masih didominasi pengguna sepedamotor. Diakui, dari 27.931 perkara pelanggaran Lantas, 23.768 di antaranya dilakukan pengendara sepedamotor, sementara sisanya dilakukan pengendara mobil dan beca bermotor.

"Untuk profesi pelaku pelanggaran Lantas, didominasi karyawan swasta dengan jumlah 15.156 perkara atau 54,26%, dari  27.931 perkara," tambahnya.

Ditegaskan, Ops Patuh mengedepankan kegiatan penegakan hukum disertai kegiatan preemtif dan preventif secara selektif prioritas untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas yang mantap menjelang Idul Fitri 1436 H.

"Dengan kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin tinggi, serta dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas," sebutnya.

Sementara, pada hari terakhir Ops Patuh Toba, Selasa (9/6), tercatat terjadi 18 kasus Laka Lantas dengan 3 korban meninggal dunia dan 6 luka ringan. Dari 18 kasus itu, tercatat kerugian material sekira Rp 40,5 juta. Kemudian, jumlah pelanggaran sebanyak 2.995 perkara, dengan 2.641 di antaranya tindakan tilang dan 354 lainnya berupa teguran. (A19/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments