Rabu, 15 Januari 2025

Logo Danone Hilang dari Kemasan Aqua Diduga Terkait Boikot

Donna Hutagalung - Selasa, 30 Juli 2024 12:48 WIB
849 view
Logo Danone Hilang dari Kemasan Aqua Diduga Terkait Boikot
Foto: SNN/Int
Kemasan air mineral Aqua terbaru
Jakarta (harianSIB.com)
Kemasan air minum Aqua, baru-baru ini, mengalami perubahan dengan menghilangkan logo Danone, perusahaan Prancis yang memiliki mayoritas saham Aqua.

Logo tersebut sebelumnya berada di bagian atas kemasan. Kini, hanya terdapat stiker berlogo teks Aqua dengan latar pegunungan. Perubahan ini dilakukan tanpa penjelasan resmi dari Danone Aqua.

Algooth Putranto, pengajar Ilmu Komunikasi di Universitas Pembangunan Jaya, menyatakan, masalah terbesar yang dihadapi oleh perusahaan multinasional yang menghadapi boikot adalah kurangnya transparansi terkait hubungan mereka dengan rezim Zionis Israel.

Baca Juga:

Menurut Algooth, konsumen semakin pintar dan mampu mencari informasi secara online, sehingga perusahaan harus jujur mengenai hubungan mereka dengan Israel daripada menutup-nutupi.

Perubahan logo Aqua ini disinyalir sebagai upaya Danone Aqua untuk menghindari boikot dan tuduhan keterkaitan dengan Israel.

Baca Juga:

Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) memasukkan Danone ke dalam daftar sepuluh perusahaan yang terafiliasi dengan Israel dan harus diboikot. Daftar ini juga mencakup perusahaan besar lainnya seperti Starbucks, Nestle, Zara, dan McDonalds.

"Sepuluh produk tersebut, yakni Starbucks, Danone, Nestle, Zara, Kraft Heinz, Unilever, Coca Cola Group, McDonalds, Burger King, dan kurma Israel harus dihindari atau wajib diboikot," katanya.

Data temuan YKMI ini memang sulit dibantah, bahkan koran-koran Israel seperti Jerusalem Post dan the Times of Israel secara terbuka pernah memberitakan investasi Danone di Israel.

Danone Indonesia melalui Corporate Communications Director, Arif Mujahidin, membantah keterkaitan mereka dengan Israel dengan banyak cara, dari kampanye media, iklan, hingga slogan: "Aqua 100% Murni Indonesia.

Arif juga menyebutkan, Palestinian BDS National Committee (BNC) tidak memasukkan nama Danone di dalam daftar sasaran boikot.

"Dalam daftar itu, Danone lagi-lagi tidak masuk dalam target utama pemboikotan," kata Arif, seperti dikutip Kompas (6/4).

pembelaan Arif ini dimentahkan langsung oleh Gerakan BDS Indonesia. Teranyar, merespons pertanyaan publik, melalui akun X @GerakanBDS_ID, Gerakan BDS Indonesia kembali menegaskan keterkaitan Israel dengan perusahaan multinasional, Danone, pada Selasa 23 Juli 2024.

"Danone memilikii nvestasi di Israel, silahkan boikot sebisanya."

Dalam kesempatan berbeda, Ketua BDS Indonesia, Muhammad Syauqi Hafiz saat tampil sebagai salah satu pembicara dalam webinar yang digagas Aqsa Working Group (AWG) mengatakan, gencarnya pembicaraan soal boikot produk terafiliasi Israel adalah keberhasilan tersendiri.

"Penerimaan gerakan boikot pro Israel di tengah masyarakat merata dan meluas, dan Israel jelas tersakiti karena itu," tegas Syauqi. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru