Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran

30 Pengungsi Rohingya Dehidrasi Berat

Sabtu, 23 Mei 2015 10:44 WIB
Medan (SIB)- Dari 422 pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang dipusatkan di pengungsian Bireum Bayeun, Aceh Timur, 30 di antaranya membutuhkan penanganan medis serius.

Ke-30 pengungsi yang masuk ke kamp pengungsi tersebut pada Rabu (20/5) malam mengalami dehidrasi berat.

Ketua MER-C dr Ahmad Handayani kepada wartawan yang ditemui di RSUP H Adam Malik, Jumat (22/5) mengungkapkan, berdasarkan hasil laporan Tim MER-C yang sudah turun ke Aceh, 30 pengungsi harus mendapat perawatan serius terdiri dari 10 anak, 20 lainnya dewasa.

Selain itu, setiap hari posko MER-C dikunjungi 80 pasien yang mengalami diare, malnutrisi, sakit perut, luka nyeri lutut dan bekas pemukulan Anak Buah Kapal (ABK).

"Dehidrasi yang dialami mereka itu dikarenakan kurang minum saat terombang-ambing di tengah laut kurang lebih 3 bulan," jelasnya.

Jadi untuk memulihkan kondisi fisik mereka, lanjutnya, mereka harus diinfus hingga dehidrasi teratasi, dibarengi perbaikan gizi. Selain itu, higienitas lokasi pengungsi harus dijaga untuk mencegah penularan penyakit.

Saat ini, yang pertama, kita tangani fase akut, menangani penyakit yang berat, menghindari kematian pengungsi dan mencegah komplikasi penyakit yang lebih berat. Setelah itu, MER-C akan mendorong pemerintah setempat agar lokasi pengungsi dikelola dengan mempertimbangkan kesehatan, termasuk, masalah sanitasi. Karena sampai saat ini di lokasi tersebut belum memiliki sanitasi memadai sesuai standar kesehatan.

Dikatakannya, dari jumlah pengungsi, kelompok rentan mengalami penyakit, yakni, Balita 36 orang, anak-anak 70 orang. (Dik-DHS/f)

T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments