Kamis, 27 Feb 2020
Banner Menu
Detail Utama 1

    Warga Gang Cerdas Protes Jalan Umum Dijadikan Tempat Kerja Bengkel

    * Lurah Matsum III Medan Kota Clara Patria: Akhir Agustus akan Ditindak
    Senin, 24 Agustus 2015 11:07 WIB
    SIB/Sahat Pasaribu
    Bengkel di Jalan Rahmadsyah Gang cerdas yang diprotes warga karena mempergunakan badan jalan untuk aktifitas bengkel.
    Medan (SIB)- Warga Gang Cerdas Kelurahan Matsum III Kecamatan Medan Kota merasa keberatan dan terganggu  akibat aktifitas salah satu bengkel bongkar muat yang memakan badan hingga jalan menuju rumah mereka sempit. Protes warga tersebut sudah mereka sampaikan ke Lurah Matsum III Kecamatan Medan Kota Clara Patria.

    Bahkan kata warga, oli kotor dari bengkel  yang ada di gang itu  juga sangat mengganggu dan  apabila hujan turun langsung mengaliri rumah warga karena jarak bengkel yang memiliki  70 pekerja tersebut hanya dinding pembatas. Para pekerja juga memarkirkan sepeda motornya seenaknya di gang tersebut padahal gang sangat sempit

    Atien (50) warga setempat yang tinggal selama 20 tahun di gang itu mengaku sangat terusik  dengan aktifitas bengkel tersebut. Dia juga pernah menemui pemilik bengkel agar tidak mengganggu aktifitas warga yang ada di daerah itu. Namun pemilik bengkel tidak menghiraukannya.

    “Saya sudah tua dan perlu ketenangan. Bagaimana warga di sini bisa  tenang kalau aktifitas bengkel tersebut mengganggu kepentingan umum,” ujarnya.

    Selain Atien ada juga  warga lainnya yang merasa terusik akibat aktifitas bengkel seperti Rusni (51), Sie Lian Hiok (54), Selamat (40) dan Lilis (45). Mereka mengaku sudah lama tinggal di daerah tersebut.

    "Mau keluar saja kami sulit karena ramai orang bekerja dan badan jalan sebagian dipakai kegiatan bengkel. Sudah gangnya sempit dipakai juga untuk aktifitas bengkel  padahal jalan ini kan jalan umum,” kata Sie Lian Hiok ketika ditemui, Minggu (23/8).

    Kami warga  Jalan Rahmadsyah khususnya bermukim di Gang Cerdas, kata Alien berharap  pemerintah kota memperhatikan. Ini kan jalan umum dan dipergunakan untuk kepentingan umum jangan dipakai untuk kepentingan pribadi. Warga berharap pemerintah tidak tebang pilih, warga sudah dua tahun  menderita”.

    Salah seorang pekerja bengkel Herman ketika ditemui mengatakan mereka hanya bekerja dan tidak tahu menahu soal permasalahannya dengan warga. "Saya hanya pekerja  disini dan saya tinggal di daerah Marelan. Kami terpaksa bekerja di luar bengkel bang karena di dalam bengkel tidak muat,” pungkas .

    Sementara itu Lurah Kota Matsum 3 Clara Patria ketika dikonfirmasi tentang keberatan warga tersebut mengaku pihaknya sudah menyurati pemilik bengkel, bahkan sudah memanggilnya agar menyingkirkan barang-barangnya dari badan jalan Gang Cerdas karena menghambat kepentingan umum.

    "Saya sudah surati  sejak Juni lalu dan saya panggil pemiliknya agar menyingkirkan barang-barang mesinnya dan dia pun setuju. Kalau akhir Agustus nanti  belum juga terlaksana akan saya panggil Satpol PP untuk menindaknya,” tegasnya.  (A13/d)


    T#gs
    Berita Terkait
      Komentar
      Komentar
      Silakan Login untuk memberikan komentar.
      FB Comments