Rabu, 08 Jul 2020

Pasangan Dzulmi Eldin - Akhyar Tidak Mau Takabur

* Investor Diundang Sebanyak-banyaknya Tapi Tanah Tidak Boleh Dijual, * Menggandeng Investor Mengubah Sampah Jadi Sumber Daya
Jumat, 21 Agustus 2015 12:21 WIB
SIB/ Horas Pasaribu
AUDIENSI: Penanggung Jawab Harian SIB Tuty Rotua Panggabean didampingi Wakil I Pemred Ir Parluhutan Simarmata dan Redaktur Pelaksana Drs Yogi Suwanda menerima naskah visi-misi dan program kerja Balon Wali Kota/ Wakil Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin,
Medan (SIB)- Pasangan Dzulmi Eldin-Akhyar tidak mau takabur dan akan berusaha untuk bisa menunjukkan bahwa keterpilihannya pada Pemilukada serentak 9 Desember 2015 adalah karena dukungan masyarakat. Hal itu disampaikan bakal Calon Wali  Kota Medan Drs Dzulmi Eldin saat beraudiensi dengan unsur pimpinan Harian SIB di Kantor di Jalan Brigjen Katamso Medan, Kamis (20/8).

"Kita tidak mau takabur tapi akan berusaha meraih simpati masyarakat dengan menunjukkan kinerja dan program yang akan bisa membawa kemajuan Kota Medan. Masyarakat diharapkan datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya",  ujarnya.

Dzulmi Eldin yang didampingi bakal Calon Wakil Wali Kota Akhyar Nasution menegaskan, program utama yang akan dilakukan saat terpilih nantinya adalah membangun kawasan Medan Utara dan melanjutkan program di semua bidang.

"Kawasan Medan utara menjadi fokus karena kalau dibiarkan dan tidak dibangun maka akan tetap tertinggal. Langkah yang akan dilakukan adalah mendatangkan investor untuk membangun kawasan secara terintegrasi dengan memberdayakan masyarakat sekitar. Tanggul ROB sepanjang 7 kilometer yang pembangunannya sudah akan dimulai pada tahun 2015 akan menjadi jaminan bahwa kawasan Medan Utara akan terbebas dari banjir ROB", kata Eldin.

Pasangan Dzulmi Eldin-Akhyar yang diterima Penanggungjawab Harian SIB Tuty Rotua Panggabean bersama Wapemred I Harian SIB Ir Parluhutan Simarmata dan Redaktur Pelaksana Yogi Suwanda menegaskan, bahwa konsep pembangunan di Kota Medan adalah dengan mengundang investor tapi tidak boleh menjual lahan. Karena kalau dibiarkan maka semua lahan di Kota Medan akan habis terjual.

"Untuk mengantisipasi itu maka ke depan akan diupayakan terbit sebuah Perda yang bisa memberi kenyamanan bagi investor untuk datang dan masyarakat tidak menjual lahan", kata Eldin.

Selain menyiapkan deregulasi dan membangun infrastruktur juga membuat satu konsep pembangunan kepariwisataan dengan menjadikan kawasan Danau Siombak menjadi icon kepariwisataan di Kota Medan. Sementara untuk meretas kemacetan yang ada di inti Kota Medan dilakukan percepatan pembangunan fly over Kampung Lalang, fly over Jalan Asrama dan underpas Titi Kuning serta membangun mindset masyarakat tentang disiplin berlalu lintas.

Menyikapi masalah banjir yang masih menghantui Kota Medan, Eldin menyebut akan dilakukan kordinasi yang intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama Balai Sungai.

SAMPAH
Sementara menyangkut masalah sampah yang juga tidak kalah pentingnya dengan banjir, Dzulmi Eldin sudah punya konsep yang jelas karena sebelumnya sudah melakukan penandatanganan MoU dengan 3 investor yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Kalau MoU itu terwujud maka persoalan sampah di Kota Medan yang sudah menghasilkan sampah sebanyak 2000 ton per hari akan bisa diatasi.

Karena dengan teknologi yang dibawa investor pengelolaan sampah itu akan bisa menghasilkan listrik sebesar 500 mega watt. Muaranya adalah Kota Medan akan bisa terbebas dari sampah dan bahkan diperkirakan akan "mengimpor" sampah dari Kabupaten Deliserdang dan Binjai.

Dzulmi Eldin pada kesempatan itu juga memaparkan bahwa Kota Medan saat ini masih mengandalkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Bagi Hasil, Pajak Restoran dan pajak reklame sebagai sumber PAD andalan.

Pada perbincangan yang penuh kekeluargaan itu terungkap juga bahwa Pemko Medan pada masa kepemimpinan Dzulmi Eldin sudah menyetorkan Rp 70 miliar sebagai premi BPJS yang diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu di Kota Medan. Sementara pada bidang pendidikan sudah ditargetkan bahwa setiap kecamatan akan dibangun Sekolah Menengah Atas.

Pada puncak pertemuan itu Dzulmi Eldin yang merupakan pasangan incumbent menyampaikan bahwa konsep pengunan yang diusung adalah, "Medan Rumah Kita" yang dapat diartikan menunjukkan kehendak untuk menyapa, mengajak dan memromosikan kepada seluruh masyarakat secara bersama memberikan sesuatu yang terbaik di Kota Medan.

Kota Medan merupakan tempat beraktivitas, berdiam,  bagi warganya yang  multikultural sehingga dengan konsep pembangunan itu akan menjadikan  Kota Medan menjadi masa depan yang multikultural berdaya saing, humanis sejahtera dan religius dalam bingkai kepribadian budaya bangsa.(A08/c/K)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments