Jumat, 25 Sep 2020
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Brosur yang Beredar Via WA Sebut di RS Murni Teguh Ada Rapid Test Corona Rp700.000

Brosur yang Beredar Via WA Sebut di RS Murni Teguh Ada Rapid Test Corona Rp700.000

* Dir Pelayanan Medis: Rapid Test Itu Untuk Internal RS Murni Teguh
redaksisib Kamis, 26 Maret 2020 11:06 WIB
SIB/Dok

BROSUR: Brosur yang telah beredar di grup whatsapp beberapa hari ini. 

Medan (SIB)
Masyarakat Indonesia saat ini masih dihantui penyebaran virus Corona (Covid-19) sehingga membutuhkan alat test virus secara gratis dari pemerintah maupun elemen lainnya.

Namun beberapa hari ini telah beredar brosur di grup whatsapp yang menyebutkan RSU Murni Teguh Medan menyediakan rapid test covid Rp700.000 dan foto thorax portable Rp344.000.

Dalam brosur itu disebutkan, alur cek Covid-19 rapid test igM/igG yaitu pertama whatsapp foto KTP dan bukti transfer ke nomor Silvia (0819-1990 dan seterusnya). Kedua, sesuai appointment, pengecekan dilakukan di ruangan ambulatory IGD (masuk melalui samping salon/pintu kaca).

"Kami tidak akan melayani tanpa appointment. Rekening BCA A/C 8005060 dan seterusnya, rekening Mandiri 1050012 dan seterusnya, atas nama PT Murni Sadar," tulis brosur yang telah beredar.

Saat dikonfirmasi, Direktur Pelayanan Medis RSU Murni Teguh Medan dr Jong Khai MARS mengatakan, rapid test covid itu hanya untuk kalangan internal rumah sakit, bukan dijual ke masyarakat.

"Brosur itu bukan kita yang buat.

Kita lagi lacak siapa yang buat. Hoax itu pak. Gak betul brosur itu pak. Diabaikan saja," kata dr Jong Khai kepada wartawan via whatsapp, Rabu (25/3).

Saat ditanyakan, apa sanggup dokter dan pegawai RS Murni Teguh membayar dengan harga ratusan ribu. Jong Khai mengatakan tidak mungkin manajemen minta biaya setinggi itu kepada dokter dan perawat.

Alat tersebut diperoleh kan dari donasi perusahaan yang peduli dengan tenaga kesehatan (Nakes) RS Murni Teguh, mengingat tingkat kecemasan yang tinggi akibat virus yang sangat infeksius.

"Saat ini pun alat testnya sudah habis. Kemarin hanya 50 test saja diberikan.

Sekali lagi kita gunakan untuk internal Nakes kita pak. Skrining ini harus dilanjutkan dengan swab dan pemeriksaan PCR di Lab Balitbangkes Jakarta. Jadi hasil skriningnya digunakan internal kita untuk Nakes yang berisiko agar lebih cepat mengetahui kondisi kesehatannya, sembari menunggu swab dari pemerintah," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah MM mengaku brosur tersebut sudah dicek kebenarannya. "Brosur itu hoax. Tidak benar itu brosur dari RS Murni Teguh," ungkapnya.

Mantan Kadis Kesehatan Asahan ini mengaku hingga sekarang Rapid Test Covid-19 yang dipesan pemerintah belum sampai. "Kita baru terima Virus Transport Media (VTM) untuk swab spesimen covid yang kemarin kita jemput ke Jakarta," tuturnya. (M17/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments