Selasa, 14 Jul 2020
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • Pengguna Jalan di Medan Perjuangan Keluhkan Tumpukan Tanah Bekas Galian yang Tidak Diangkut

Pengguna Jalan di Medan Perjuangan Keluhkan Tumpukan Tanah Bekas Galian yang Tidak Diangkut

Sabtu, 14 November 2015 09:42 WIB
Medan (SIB)- Pengguna jalan dan warga masyarakat Kota Medan keluhkan pengorekan parit yang tidak profesional sehingga membuat jalan macet akibat tumpukan tanah di badan jalan. Jika hujan turun, jalan menjadi becek dan ketika hari panas jalan menjadi berdebu.

Hal itu dikatakan warga Medan Perjuangan Anton Panggabean yang juga anggota DPRD Kota Medan kepada SIB, Kamis (12/11) di Medan.

Anton menduga tidak diangkatnya tanah galian akibat belum ada pembeli tanah yang datang ke lokasi pengorekan. “Seperti penggalian parit di Jalan Masjid Taufik, sudah dua minggu lebih tanah galian dibiarkan tidak diangkut, keberadaan tumpukan tanah di badan itu membuat jalan menjadi macet, bahkan jalan menjadi licin dan becek, sehingga banyak pengguna sepeda motor yang jatuh.

Dijelaskan, proyek pengorekan parit juga banyak yang asal-asalan, banyak galian yang tergenang air, ketika dilakukan penyedot air tidak dialirkan ke parit, tetapi ke ruas jalan sehingga jalan menjadi becek.

“Saat ini memang banyak pengorekan parit di Kota Medan yang tujuannya untuk menanggulangi banjir yang akhir-akhir ini sudah mulai mengkhawatirkan ketika hujan turun. Tetapi dengan adanya proyek pengorekan parit ini, parit yang selama ini tidak berfungsi sudah dapat berfungsi kembali. Karena itu kami mengharap pekerja profesional, artinya mengutamakan kepentingan umum, jangan karena tanah bekas galian belum laku terjual  dibiarkan berminggu-minggu, sehingga banyak pengguna jalan yang korban kecelakaan,” kata Anton.

Persoalan ini katanya masih di Medan Perjuangan, di tempat lain masih banyak kejadian yang sama tetapi tidak terekspos ke publik. Karena itu untuk kepentingan bersama sehingga Kota Medan terhindar dari banjir, maka pihak kontraktor yang mengerjakan pengorekan parit benar-benar bekerja secara profesional.

“Hingga saat ini sudah banyak masyarakat yang mengeluh dengan pengorekan parit ini, karena tanah galian terlalu lama diangkat. Bekerjalah dengan profesional, saat siap dikorek langsung ada kendaraan yang mengangkut tanahnya,” pungkasnya.

Sementara Jarusdin, seorang pengguna jalan juga mengeluhkan kinerja pengorekan parit yang tidak langsung mengangkut tanah bekas galian, sehingga jalan menjadi licin dan berdebu.

“Saya pernah  mau jatuh karena banyaknya tumpukan tanah di jalan. Supaya jangan terulang kembali dan untuk keselamatan banyak orang seharusnya secepatnya diangkut tanah galian,” harapnya. (A16/y)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments