Minggu, 15 Des 2019

Main Sampai Tengah Malam, Keberadaan Futsal Jalan Pelita I Resahkan Warga

*Dinas TRTB: Akan Dicek Lagi
Sabtu, 01 Agustus 2015 11:46 WIB
Medan (SIB)- DPRD Medan mengatakan operasional Futsal di Jalan Pelita I Lingk VII Kelurahan Sidorame Barat I, Medan Perjuangan sangat meresahkan warga. Pasalnya, lapangan futsal dibangun di tengah pemukiman, dinding futsal hanya terpaut 30 cm dengan dinding rumah warga, sehingga  terganggu saat tidur.  Masalah ini sudah sempat dibahas oleh Komisi D DPRD Medan dengan Dinas TRTB dan warga setempat pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) pertengahan Juni lalu.

Waktu itu, Anggota Komisi D, Maruli Tua Tarigan mengatakan keberadaan futsal harus ditinjau ulang. Keluhan warga terkait kebisingan dan keributan aktifitas pemain di lapangan futsal harus disahuti, jangan sampai meresahkan warga.

Sama halnya dengan anggota dewan lainnya Ilhamsyah mengatakan, Komisi D DPRD Medan supaya mengeluarkan rekomendasi penghentian operasional lapangan futsal.

Ilhamsyah juga menyarankan kepada warga supaya membuat surat keberatan kepada pemilik lapangan futsal dan pengaduan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, lurah dan kecamatan. Melalui pengaduan itu nantinya diharapkan operasional lapangan futsal dapat dihentikan.

Ketua Komisi D Ahmad Arif minta Pemko Medan melalui aparatnya supaya proaktif menindaklanjuti keluhan masyarakat. Pihak Pemko harus segera mengambil solusi. Dinas TRTB yang waktu itu diwakili Kabid Pengendalian dan Pengawasan, Indra mengaku  lapangan futsal  tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Kemudian TRTB mengeluarkan surat perintah untuk penghentian pembangunan dan sudah dikeluarkan surat merahnya oleh dinas. Kegiatan pembangunan dan main futsal sudah sempat berhenti beberapa pekan, namun saat ini pembangunan dimulai kembali. Salah seorang warga Halomoan (Pak Mona), warga Jalan Dorowati gang Wongso yang rumahnya nyaris menempel dengan dinding lapangan futsal mengaku kecewa dengan Pemko Medan yang membiarkan pemodal besar mengganggu kenyamanan warga.

“Bumb..!, begitulah kerasnya suara bola menghantam dinding futsal di sebelah kamar, anak saya tiap malam terkejut, bagaimana Pemko ini, tidak bisa melindungi rakyatnya. Izin apapun tidak dimiliki, tapi seenaknya perintah Pemko dikangkangi dan Pemko diam saja, jadi kemana lagi kami mengadu Pak?” ucapnya, Senin (27/7).

Kabid Pengendalian dan pengawasan Dinas TRTB, Indra ketika dihubungi wartawan mengaku heran kenapa masih ada lagi kegiatan pembangunan di futsal itu. Setahu dia setelah perintah stanvas tidak ada lagi kegiatan di lokasi itu, karena futsal tersebut belum memiliki izin. “Akan saya cek lagi, karena setahu saya itu sudah distanvaskan,” ujarnya. (A12/h)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments