Minggu, 31 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Medan Sekitarnya
  • DPRDSU: Renstra Pembangunan Jalan Alternatif Mebidang Masih Terganjal di Pemko Medan

DPRDSU: Renstra Pembangunan Jalan Alternatif Mebidang Masih Terganjal di Pemko Medan

* Komisi D Kecewa Pemko Medan Belum Tergerak, Pemkab Deliserdang Sangat Mendukung
Selasa, 16 Juni 2015 09:57 WIB
Medan (SIB)- Komisi D menegaskan, Rencana strategis (Renstra) membangun jalan alternatif Mebidang (Medan, Binjai dan Deliserdang) dari Jalan TB Simatupang-Sei Mencirim untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas, sepertinya masih terganjal di Kota Medan, karena Pemko belum tergerak mendukung Renstra tersebut. Sementara jalan-jalan di Kabupaten Deliserdang sebagian besar sudah terbuka mendukung jalan alternatif dimaksud.

Hal ini diungkapkan anggota Komisi D DPRD Sumut Baskami Gintings, H Wagirin Arman, Yantoni Purba, dan Astrayuda Bangun kepada wartawan, Senin (15/6) seusai mengikuti rapat dengar pendapat Komisi D dengan Bappedasu, Pemkab Deliserdang, Dishub (Dinas Perhubungan) Provsu yang dipimpin Ketua Komisi D Mustifawiyah didampingi Wakil Ketua H Nezar Djoely.

Padahal, ungkap Baskami Ginting, persoalan yang masih belum mendukung Renstra jalan alternatif Mebidang masih berada di Kota Medan, sementara pihak Pemko Medan tidak hadir dalam rapat, sehingga tidak diketahui progress dari Pemko Medan dalam melaksanakan rencana jalan alternatif tersebut.
“Seperti yang diungkapkan Bappedasu, jalan-jalan pendukung di Kota Medan masih jadi persoalan dan mengganjal. Padahal Organda dan Kesper memberikan buah pikiran untuk mengatasi kemacetan Kota Medan,” ujar Baskami.

Dalam rapat dengar pendapat itu, Wagirin juga menilai, belum adanya respon dari Pemko Medan terhadap rencana jalan alternatif Mebidang, terkesan ada ego sektoral. “Jangan mentang-mentang Medan ibukota provinsi merasa negara dalam negara, sehingga tidak menghadiri rapat yang digelar Komisi D,” ujarnya.

Apalagi, ungkap Yantoni, kemacetan di Kampung Lalang sudah menjadi masalah klasik, padahal masterplan dari Pemprovsu dan kabupaten/kota mengatasi kemacetan itu sudah ada, tapi dengan adanya ego sektoral, rencana jalan alternatif tersebut akan sulit terlaksana. “Persoalan kemacetan itu ada di Medan, terutama di persimpangan Kampung Lalang (Pinang Baris). Mungkin dengan dibangunnya fly over  akan menjadi solusi mengatasi kemacetan tersebut,” ujarnya.

Kabid perencanaan Bappedasu Tety Magdalena Nasution juga menyebutkan, rencana pembangunan jalan alternatif Mebidang yang menghubungkan dari jalan TB Simatupang- Sei Mencirim menjadi tugas dan tanggung jawab kabupaten/kota, tapi Kota Medan sepertinya tidak punya minat untuk mendukung dan menindaklanjuti rencana tersebut.

Padahal, ungkapnya, jalan alternatif sudah ada Perpres No 62 tahun 2011 dalam mendukung pembangunan jalan alternatif Mebidangro (Medan, Binjai, Deliserdang dan Karo), karena Renstra Mebidangro tahun 2015-2019 untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang dialami selama ini, terutama di persimpangan Jalan TB Simatupang-Jalan Gatot Subroto (simpang Pidang Baris).

Mengatasi kemacetan itu, kata Tety, harusnya kendaraan-kendaraan angkutan kecil melewati jalan belakang Pinang Baris dan tidak lagi melalui Jalan Gatot Subroto, sedangkan angkutan besar seperti truk-truk dan mobil pribadi harus melewati jalan Gatot Subroto. Mewujudkan ini,  tinggal kesediaan Pemko Medan untuk menertibkan dan mengalihkan jalur transportasi. Kami tinggal mengkoordinasikan.

“Kemacetan di simpang Kampung Lalang juga diakibatkan adanya aktivitas jual-beli yang berpusat di pasar Kampung Lalang, karena sebagian pedagangnya melimpah ke badan jalan. Hal ini masih di kawasan Kota Medan. Harusnya Pemko Medan perlu menertibkan para pedagang tersebut, agar lalu lintas dari Kota Medan ke Binjai atau dari Binjai ke Medan bisa lebih lancar,” katanya.

Sementara Kadis PU (Pekerjaan Umum) Deliserdang menyebutkan, dari rencana jalan alternatif Mebidang itu, Pemkab Deliserdang sudah mempersiapkan dan mendukung sepenuhnya, karena jalan-jalan pendukung jalan alternatif dari Jalan TB Simatupang-Sei Mencirim sudah terbuka semua, hanya saja ruas jalan yang ada kurang lebar. “Untuk Deliserdang, tidak ada masalah dalam jalan alternatif Mebidang,”ujarnya. (A03/y)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments