Jumat, 14 Agu 2020

    IDI Medan: Dokter Dilarang Arahkan Pasien Beli Obat di Satu Apotek

    Jumat, 07 Maret 2014 10:47 WIB
    Medan (SIB)- Agar terjadi persaingan usaha yang sehat antara pihak Apotek umum dengan dokter spesialis yang buka praktek dan memiliki Apotek, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Medan, dr Ramlan Sitompul SpTHT mengatakan pihaknya melarang dokter spesialis yang membuka praktek sekaligus apotek yang menjual segala jenis obat.

    Selain itu, dokter juga tidak diperbolehkan mengarahkan atau mengharuskan pasien membeli obat ke apotek yang dimiliki dokter tersebut. "Mengarahkan seperti itu tidak boleh. Silahkan saja si pasien itu membeli obat di apotek mana saja," kata Ramlan Sitompul kepada wartawan SIB di Medan, Kamis (6/3/2014).

    Selaku dokter yang bekerja di klinik, Ramlan mengakui selama ini tidak pernah memaksakan pasien untuk membeli obat atau resep dokter di Apotek klinik tersebut. Ia mengakui membebaskan pasien untuk membeli obat dimana saja dengan resep yang sudah disarankannya.

    Dijelaskannya, obat yang diperoleh apotek harus dari pihak Farmasi dan memiliki bon faktur yang jelas dan sah. Berbeda dengan dokter yang buka praktek, si dokter hanya menyediakan obat terbatas dan tidak diperbolehkan seperti toko obat lengkap. "Misalnya obat terbatas seperti dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT), khusus untuk obat itu. Dan obat untuk bagian lainnya tidak disediakan," jelasnya.

    Ia mengakui, dokter memang mengeluarkan obat sesuai resep dan ada juga tidak sesuai resep. Namun, obat resep ini harus membelinya di apotek yang menerima resep dokter, sedangkan untuk membeli obat yang tidak sesuai resep juga bisa dibeli di apotek umum.

    Dikatakannya, untuk mendirikan apotek harus ada izin kelayakan dan lainnya. Ia mengharapkan kepada institusi terkait apabila memang tidak layak untuk membangun apotek di daerah tersebut jangan diberikan izin membangun.

    Menurutnya kalau ada dokter mengarahkan ke apoteknya untuk membeli obat, IDI akan mengundang dokter tersebut untuk mendiskusikan persoalan tersebut. (Dik2/h)

    Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

    T#gs idi
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments