Minggu, 17 Nov 2019

    Didominasi PMA, Sumut Serap Investasi Rp13,588 T Selama 2013

    Sabtu, 25 Januari 2014 10:51 WIB
    Medan (SIB)- Selama 2013, serapan investasi Sumut sebesar  Rp13,588 triliun didominasi PMA (Penanaman Modal Asing). Angka itu juga melampaui target yang ditetapkan oleh Pemprovsu   Rp9 triliun. Jadi dari capaian itu, PMA masih mendominasi  Rp8,519 triliun dan  penanaman modal dalam negeri (PMDN)  Rp5,068 triliun. Sedangkan   tingkat nasional, peringkat PMA Sumut berada diurutan ke-8 setelah  Riau dan PMDN berada diurutan ke-7 setelah DKI Jakarta.

    Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Sumut, Dewi Purnama, mengatakan, tingginya serapan investasi Sumut karena daerah ini masih tetap menarik bagi investor terutama asing. "Disamping program nasional Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan proyek-proyek besar yakni KEK Sei Mangkei, Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bandara Kuala Namu, daerah ini juga diminati karena lokasinya yang sangat strategis karena dekat dengan negara-negara ASEAN terutama Singapura dan Malaysia. Pencapaian investasi ini juga menunjukkan, krisis listrik dan gas yang terjadi di daerah ini belum membuat investor lari atau membatalkan investasinya," katanya, Jumat (24/1).

    Data BPMP Sumut, pencapaian investasi pada triwulan I-2013 senilai Rp3,673 triliun, triwulan II-2013 senilai Rp3,626 triliun, triwulan IV senilai Rp3,124 triliun dan triwulan mencapai Rp3,162 triliun.

    Purnama Dewi mengungkapkan, berdasarkan sektor, realisasi PMA masih terbesar dari pertambangan yang memberikan kontribusi sebesar 39% (US$222 juta), industri lainnya sebesar 30% (US$170 juta), industri kimia   16% (US$93 juta) dan sektor perkebunan sebesar 15% (US$85 juta). Sedangkan PMDN, sektor penyumbang terbesar yakni jasa Rp1 triliun, industri kimia sebesar 24% (Rp756 miliar), industri makanan  23% (Rp737,84 miliar) dan perkebunan  19% (Rp599,16 miliar).

    Sementara negara asal, hingga kini, investor asal Singapura masih tetap mendominasi dengan menyumbang US$279 juta atau sekitar 35%, Malaysia sebesar US$117 juta atau 15% dan Taiwan senilai US$101 juta atau sekitar 13%. Sementara itu, gabungan negara lainnya seperti Amerika Serikat (AS) dan India, mencapai US$296 juta atau sekitar 37%.

    "Besarnya realisasi Singapura, karena investor negara itu banyak berinvestasi di Sumut mulai dari sektor industri kimia, pertambangan, industri makanan ternak, biota air, industri makanan dan jasa. Selain berinvestasi baru, ada juga yang melakukan perluasan," kata Dewi.(A16/w)
     

    T#gs
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments