Jumat, 14 Agu 2020

    Banyak Gedung Peninggalan Sejarah di Sumut Potensinya Disia-siakan

    Minggu, 14 September 2014 10:45 WIB
    Medan (SIB)- Wakil Menteri Pertanian  DR Rusman Heriawan mengatakan, banyak  gedung-gedung peninggalan sejarah  di Indonesia terutama di Sumut  yang potensinya   disia-siakan, padahal kalau dilestarikan nilai ekonomisnya luar biasa dan banyak  menarik wisatawan  berkunjung.

     Sebagian besar  bangunan bersejarah itu merupakan  peninggalan Belanda.

    “Melestarikan peninggalan bangunan bersejarah  bukan untuk mengenang kembali masa penjajahan tapi warisan bagi generasi muda mendatang,” tegas Rusman dalam sambutannya pada acara Workshop 150 tahun Perkebunan  di Sumut ( 1864-2014) Menuju Pembangunan Museum Perkebunan dan Pelestarian  Bangunan Warisan Industri  Perkebunan  Tempoe Doeloe di Aula PTPN Jalan Letjen Supratman Medan, Jumat (12/9).

    Workshop yang dihadiri, Dewan Penasehat GPPI (Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia )  Soedjai Kartasasmita, Ketua GPPI  Dr Delima Dermawan, dan Ketua Museum Propinsi Sumut Dra  Sri Hartini, mendeklarasikan   pembangun museum perkebunan.

    Selanjut Rusman mengatakan, di Sumut banyak bangunan tua peninggalan Belanda sebagian besar berbasis perkebunan.

     Ciri bangunan tua berbasis awal  perkebunan, sekarang perlu diinventarisir.

    Di Sumut, katanya ekonomi perkebunan nya  sangat menonjol, sedangkan sektor lain tidak menonjol misalnya batubara dan  minyak.

    Tidaklah heran banyaknya warisan peninggalan Belanda di Medan maupun Sumut, karena  Belanda  menjajah selama 350 tahun.

    Meskipun tidak dipungkiri ada  suara miring melihat hubungan dengan Belanda, tapi kita mengambil dari sisi yang baiknya karena banyak peninggalan sejarah di daerah ini, misalnya bangunan-bangunan perkebunan, stasiun kereta api  serta  gedung-gedung lama dengan arsitektur yang menarik, jaringan kereta api yang dibangun oleh Deli Maatschappij dan jaringan telepon.

    Jadi saya berharap deklarasi membangunan museum perkebunan segera terwujud sehingga menjadi warisan bagi generasi muda, ujarnya.

    Wakil Mentan memaparkan, kalau di Eropa misalnya London, Prancis, Roma dan banyak negara di sana sangat setia melestarikan  bangunan bersejarahnya dan banyak wisatawan berkunjung ke sana tentunya nilai ekonomisnya luar biasa.

    Jadi yang datang ke sana tidak saja pada saat liburan, tapi sepanjang hari orang berkunjung.

    Dia berharap, berbagai pihak dapat meningkatkan kesadaran untuk tetap bertanggung jawab melestarikan bangunan bersejarah perkebunan  di Sumut. (A3/i)
    T#gs
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments