Selasa, 29 Sep 2020

    Api Kompor Membakar Kulit Megawati, BPJS Diharap Permudah Klaim

    Senin, 10 Maret 2014 12:38 WIB
    Medan (SIB)- Megawati Lubis (44), ibu rumah tangga yang bermukim di Kapten M Jamil Lubis Medan mendapat musibah. Api kompor berbahan bakar minyak tanah, membakar kulitnya, Selasa (4/3/2014)  sekitar pukul 17.00. “Ketika itu saya sedang berada di tempat kerja,” ungkap Hidayat Banjar (52) sang suami.

    Saat ditemui di Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass kemarin. Hidayat menemani istrinya yang sedang dalam perawatan. Diakuinya, hal tersebut terjadi karena kelalaian istrinya dalam menggunakan kompor tersebut.

    “Saat itu saya sedang menjerang air, kompor terlihat kurang minyak. Lalu saya kecilkan apinya. Minyak tanah pun saya masukkan ke kompor melalui mulut tangki. Seketika api menyambar jerigen yang ada di tangan, saya terkejut dan rada kacau. Sebisa mungkin berusaha mematikan api yang menjalari sebagian muka kanan, tangan kanan serta kaki kanan saya,” cerita Megawati Lubis pula.

    Hanya hitungan detik, api merambat ke mana-mana. Mendengar jerit ketakutan dan kesakitan Mega, abangnya segera datang memadamkan api dengan goni basah. “Dengan tenaga yang tersisa, ketika itu menuju ruang depan rumah,” tambah Mega. Bagian tubuh yang agak parah adalah tangan kanan dan kaki kanan.

    Hidayat yang Staf Khusus BT/BS BIMA ini, lebih lanjut menuturkan, saat api dipadamkan terdengar ledakan yang lumayan kuat, sehingga tetangga berdatangan. Lalu istrinya dibawa ke Rumah Sakit Mena di Jalan Sosro dengan becak bermotor. Sampai di sana,  dokter mengatakan, tak dapat menanggulanginya. Disarankan ke RS Haji atau RS Muhammadiyah.

    Karena dari Mena ke RS Haji agak jauh, Mega meminta penarik becak membawanya ke RS Muhammadiyah di Jalan Mandala By Pass.

    Diceritakan, saat di perjalanan menuju hingga sampai rumah sakit, Megawati masih dalam kondisi sadar. “Padahal istri saya berharap pingsan agar tidak terlalu merasakan sakit dan perihnya akibat luka bakar. Kulit memang paling sensitif dibanding bagian tubuh lainnya,” tutur Hidayat.

    Kepada dokter dan paramedis yang menangani, Hidayat minta agar istrinya diberi suntikan cairan yang dapat menghilangkan rasa sakit. Tapi dokter mengatakan, sudah memberi yang maksimal lewat jarum infus.

    Melihat kondisi istrinya, Hidayat berpesan agar masyarakat lebih waspada dalam menggunakan kompor berbahan bakar minyak tanah. “Saya selalu ingatkan, kalau mau mengisi minyak, kompor harus dalam keadaan tidak menyala dan dingin,” tegasnya.

    Kepada pihak BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) - yang mengambil alih pelayanan kesehatan dari Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) - Hidayat berharap pula, dapat mempermudah prosedur klaim biaya pengobatan sebagaimana yang pernah dilakukan Jamsostek.

    Kata Hidayat yang sejak 2002 terdaftar sebagai peserta Jamsostek dari BT/BS BIMA, saat anak keduanya lahir dengan operasi caesar, ketika klaim pembiayaan, Jamsostek tidak mempersulitnya. “Semoga apa yang saya rasakan sebagai peserta Jamsostek dapat dilanjutkan oleh BPJS. Sebab, RSU Muhammadiyah tidak ikut serta dalam program BPJS”, pungkasnya. (R6/w).
     

    Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


    T#gs
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments