Sabtu, 07 Des 2019

    Sumut Ditutupi Kabut Asap

    * Ada 1.052 Hot Spot di Sumatera
    Senin, 03 Maret 2014 18:03 WIB
    SIB /Bongsu Batara Sitompul
    Kabut asap yang menyelimuti Kota Medan membuat suasana siang hari pun terlihat mendung, Minggu (2/3).
    Medan (SIB)- Kabut asap yang menyelimuti Sumatera Utara adalah dampak pembakaran hutan yang terjadi di Tapanuli Selatan dan Provinsi Riau. Hal tersebut dikatakan Kabid Informasi dan Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Hendra Suarta kepada SIB, Minggu (2/3/2014).

    "Saat ini arah angin berhembus dari arah Timur Tenggara. Sehingga asap pembakaran hutan tersebut berhembus ke arah Sumut. Dan ini murni kabut asap kiriman," jelasnya.

    Menurutnya, hampir semua wilayah di Sumut terkena kabut asap. Untuk wilayah pantai timur,  yang paling parah yakni, Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, Sergei dan Tebing Tinggi. Sedangkan untuk kawasan Pantai Barat, wilayah yang terimbas kabut asap yakni, Nias, Sibolga dan Tapanuli Tengah.

    "Akibat kabut asap kiriman ini, aktivitas Bandara Pinang Sori Tapteng jadi lumpuh. Dan itu sudah terjadi sejak sepekan ini. Jarak pandang di wilayah itu hanya 200 meter sehingga mengakibatkan jadwal penerbangan di kawasan itu dihentikan untuk sementara," terangnya.

    Dia juga mengatakan, untuk aktifitas di Bandara Internasional Kuala Namu sampai saat ini belum begitu terganggu. Jarak pandang mencapai 1000 meter.
    "Kondisi kabut asap ini tidak bisa kita prediksi sampai kapan berakhir. Kalau pemerintah bisa bertindak cepat memadamkan api dan menindak tegas pelaku pembakaran hutan, kabut ini akan cepat berakhir," ujarnya.

    Berdasarkan hasil pantauan Satelit Terra dan Aqua Update, Hendra menyampai kawasan titik api (Hot Spot) di Sumatera mencapai 1052 titik. Untuk wilayah. Aceh ada 20 titik, Sumbar ada 2 titik, Kepri 10 titik, Sumut ada 57 titik dan yang paling besar di Provinsi Riau mencapai 963 titik.

    "Saran saya kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker khususnya yang mengendarai sepeda motor. Untuk masyarakat yang tinggal di dekat kawasan hutan, antisipasilah untuk melakukan pembakaran lahan karena kondisi hutan saat ini masih gersang karena situasi kemarau panjang. Begitu juga kepada aparat hukum dan pemerintahan, agar bertindak tegas terhadap pelaku pembakar hutan. Karena dampak yang terjadi sekarang, sudah sangat mengganggu kesehatan dan aktifitas masyarakat," ungkapnya. (A20/h)
    T#gs
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments