Sabtu, 16 Nov 2019

    PWI Sumut Imbau Wartawan Utamakan Keselamatan Jiwa Meliput di Area Bencana

    Selasa, 04 Februari 2014 13:50 WIB
    Medan (SIB)- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengimbau wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik atau melakukan liputan di area bencana untuk tetap mengutamakan keselamatan jiwa. Ini disampaikan Ketua PWI Sumut Drs Muhammad Syahrir, kemarin, menyusul gugurnya seorang wartawan, Rizal Syahputra (33) bersama 14 warga Karo akibat terkena awan panas erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (1/2/2014).

    Atas gugurnya Rizal Syahputra bersama 14 warga Karo, PWI menyampaikan duka cita mendalam. “Semoga semangat dan jiwa patriotis yang ditunjukkan Bung Rizal menginspirasi segenap wartawan untuk selalu waspada dan senantiasa menjaga keselamatan jiwa,” pesan Syahrir.

    Tugas untuk meliput suatu peristiwa melalui liputan langsung di lapangan, diakui Syahrir, memang menjadi kewajiban bagi seorang wartawan guna mendapatkan fakta informasi yang akurat, aktual dan ekslusif sesuai penugasan dari pimpinan media.

    Namun, seorang wartawan juga harus tetap mengutamakan keselamatan jiwa raganya. Kemudian patuhi segala aturan yang sudah ditetapkan aparat terkait seperti di area bencana erupsi Gunung Sinabung. Memang pemerintah melalui Badan Vukanologi maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kata Syahrir, sudah melakukan riset terukur tentang aktivitas Gunung Sinabung, tapi bisa saja meleset dan situasinya berubah setiap saat.

    “Kita tidak bisa melawan kemauan alam. Karena itu, cara yang paling aman melakukan tugas peliputan adalah mengikuti aturan yang telah digariskan aparat terkait, seperti penetapan zona aman dan zona berbahaya,” ujar Syahrir.

    Khusus kepada rekan-rekan wartawan yang sedang melakukan peliputan di area bencana erupsi Gunung Sinabung maupun di arena bencana lainnya diharapkan selalu waspada menghadapi situasi alam yang berubah-ubah. “Ini pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua,” kata Syahrir.

    Rizal Syahputra atau biasa disapa Jack menghembuskan nafas terakhirnya saat tengah menjalankan tugas peliputan bencana erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (1/2/2014) sekitar pukul 10.45 WIB pagi.

    Jack adalah alumni STIK-P angkatan 2006 yang tengah mengabadikan momen erupsi untuk kegiatan amal.

    Rencananya Jack bersama rekannya yang juga tewas dalam erupsi Gunung Sinabung Thomas Milala (27) dari angkatan 2010 hendak membuat pameran foto dan pemutaran film dokumenter guna menggalang bantuan untuk pengungsi Gunung Sinabung. (rel/A1/x)
    T#gs
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments