Kamis, 16 Jul 2020

    Ketua PMI Sumut Zaharuddin SE

    Caleg Harus Sadari Tingkat Pemahaman Politik Masyarakat Semakin Membaik

    Minggu, 02 Februari 2014 11:47 WIB
    SIB/ Ist
    Zaharuddin SE
    Medan (SIB)- Ketua Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Sumut Zaharuddin SE mengatakan, kunci sukses partisipasi pemilih pada anggota legislatif 9 April 2014 tergantung sejauh mana sosok calon legislatif (Caleg) mampu meyakini para pemilih.”Meningkatkan partisipasi pemilih sepenuhnya ada di tangan Caleg, tidak bisa tertumpu pada KPU dan Panwaslu serta Pemda saja. Sebab saat ini, tingkat pemahaman politik masyarakat semakin membaik,” sebut Zaharuddin didampingi Wakil Ketua PMI Sumut Ali Natar Siregar dan Sekretaris Drs Jhoni Kota kepada wartawan, Kamis (31/1/2014) di Medan.

    Terkait keinginan Gubsu meningkatkan partisipasi pemilih 41 persen menjadi 75 persen, dikatakannya,  menurunnya tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan umum legeslatif beberapa tahun terakhir dikarenakan terkikisnya kepercayaan masyarakat terhadap sosok Caleg yang tampil.

    “Kesan yang muncul di tengah masyarakat bahwa Caleg hanya piawai dalam beretorika, tapi tidak pandai bertindak dan berbuat serta memihak pada kepentingan rakyat ketika sudah terpilih menjadi anggota parlemen,” sebut Zaharuddin.

    Maka dalam kontek ini menurut Zaharuddin, terkesan masyarakat hanya dijadikan seperti “rakit” yang mengantarkan penumpang untuk menyeberangi sungai, tapi saat rakit diterjang gelombang atau hanyut mengikuti arus air, tidak mendapat perhatian. Maka dengan keadaan ini, menjadikan masyarakat membuat strategi baru yakni tidak ikut menentukan pilihan diakibatkan akumulasi dari rasa kekecewaan yang dirasakan selama ini.

    Oleh sebab itu, para Caleg harus menyadari bahwa tingkat pemahaman politik masyarakat saat ini sudah semakin tinggi dan membaik.”Mereka tidak mau dibodoh-bodohi oleh para Caleg dan pengalaman masa lalu menjadi guru terbaik bagi mereka,” ucap Zaharuddin sambil menyebutkan melihat keadaan ini menimbulkan pemikiran prakmatis bagi masyarakat, tidak mau ke TPS (tempat pemungutan suara) untuk memberikan hak pilihnya tanpa ada yang mereka terima.

    Menjawab pertanyaan, lupanya Caleg kepada masyarakat setelah menjadi anggota dewan disebabkan lemahnya sistem rekrumen partai polik. “Harusnya kader yang diusung menjadi Caleg punya komitmen yang sudah teruji, berprilaku dan bertindak untuk kepentingan masyarakat bukan pribadi, kelompok atau golongan,” katanya. (R10/ r)
    T#gs
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments