Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 10 Juni 2026

Warga Resah Jalan Km 9 Gunungsitoli Diisukan Rawan Rampok

* Kapolres Nias Terima Informasi
- Selasa, 02 Juli 2019 16:08 WIB
10.365 view
Warga Resah Jalan Km 9 Gunungsitoli Diisukan Rawan Rampok
SIB/Dok
RAWAN: Inilah lokasi Laowomaru KM 9 Gunungsitoli yang diisukan rawan rampok jika malam hari, Senin (1/7).
Gunungsitoli (SIB) -Banyak warga Kota Gunungsitoli resah dan was-was jika melintasi jalan nasional di Desa Laowomaru Km 9 malam hari, sebab ramai kabar beredar di lokasi ada sejumlah orang yang sering mengganggu pengendara roda dua.

Iwan Gulo, Senin (1/7) menuturkan pengalamannya baru-baru ini. Laowomaru yang sepi merupakan lokasi bebatuan tinggi. Di bawahnya terdapat lobang. Sepanjang jalan ini juga ditumbuhi rerumputan sehingga gelap dan mengesankan angker jika malam.

Iwan bersaksi, ia pernah melintas sekitar pukul 00.30 WIB. Dari kejauhan ia melihat dua orang berperawakan muda mengendap-endap dari balik batu di sisi jalan. Dua orang tersebut memegang sesuatu diduga balok kayu. "Tiba-tiba saja mereka ke badan jalan dan menyetop saya, saya sadar bahaya sepedamotor saya pacu kencang mereka melompat ke pinggir," katanya seraya menduga, keduanya berniat jahat, semisal mau merampok.

Zebua, warga lainnya mengaku kerap mendapat informasi adanya gangguan terhadap pengendara jika larut malam. Hal itu pun terbukti dengan beberapa kali kejadian pengguna sepeda motor dicegat dan dilucuti barang-barangnya.

"Ya sudah beberapa kali kejadian di sana, kita meminta polisi melakukan pengamanan lokasi agar warga nyaman melintas setiap saat," imbaunya.

Sementara minggu lalu, seorang warga Faberius Gulo mendapat gangguan di Laowomaru. Melalui Medsosnya ia berbagi cerita, pukul 00.15 ia melintas setelah pulang dari tempat kerja di perkantoran bupati Nias.

Saat mendekati lokasi 3 orang pemuda naik sepedamotor mengamatinya, merasa curiga ia berhenti, pemuda tersebut berbalik arah, namun ketika ia melanjutkan perjalanan, 4 orang pemuda lain berada di sisi jalan sambil memegang kayu. Ketika didekati, orang tersebut meminta berhenti, ia pun putar balik dan menjauh lalu menelepon keluarga untuk menjemput.

Sementara Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan SIK menanggapi keluhan warga, mengaku telah menghimpun informasi dan akan menertibkan bersama tim. "Ya kami sudah dapat informasi," katanya. (BR9/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru