Minggu, 18 Agu 2019

Warga Nagori Palia Naopat Kecewa Ganti Untung Lahan Pendirian Sutet PLN Tidak Tuntas

* Andi Rizki: Dana Kompensasi 15 Persen
admin Jumat, 12 Juli 2019 12:58 WIB
SIB/Linggom Parhusip
SUTET: Warga Nagori Palia Naopat Kecamatan Dolok Panribuan Simalungun menunjukkan lahan persawahan tepat di bawah lintasan kabel Sutet, Rabu (10/7).
Tigadolok (SIB) -Warga Nagori (desa) Palia Naopat Kecamatan Dolok Panribuan Simalungun Sahat Manurung kecewa karena ganti untung lahan pendirian Saluran Tegangan Tinggi (Sutet) PLN tidak tuntas karena untuk 9 rante persawahan dan tanaman produktif diberikan ganti untung hanya Rp 15.000.000.

Demikian dikatakan warga Sahat Manurung seorang mantan personil Polisi kepada SIB, Rabu (10/7) sembari menunjukkan lahan persawahan miliknya tepat di bawah lintasan kabel Sutet di Nagori Palia Naopat.

Sahat mengatakan, ganti untung lahan pendirian Sutet PLN mengecewakan dirinya dan warga lainnya karena pihak PLN hanya memberikan ganti untung areal untuk perlintasan bawah kabel Sutet Rp 15 juta untuk luas persawahan sepanjang 900 meter dan lebar kurang lebih 26 meter serta penggantian pepohon milik warga.

Ia mengakui pada saat pendirian Sutet tahun 2017, pihak PLN sudah memberikan biaya ganti untung lahan seluas 9 rante hanya Rp 15 juta dengan dalil akan ditambah setelah pembersihan pepohonan di bawah aliran kabel Sutet, namun hingga saat ini belum dibayarkan.

"PLN sudah berjanji akan menambah sisa ganti untung dan akan dibayarkan saat pembersihan (clearing) pohon di bawah kabel, namun hingga selesai pembersihan, pembayaran ganti untung belum ada pembayaran PLN, kita sangat kecewa," katanya.

Ganti untung pendirian Sutet PLN sangat mengecewakan, bila harga lahan 9 rante dijual pada orang lain bisa mencapai 3 kali lipat dibandingkan dengan harga ganti untung yang diberikan PLN sebesar Rp 15 juta. Kita meminta kepada PLN agar penyelesaian ganti untung pendirian Sutet segera diselesaikan ke masyarakat, tambah Sahat.

Konpensasi 15 Persen
Sementara itu, Manajer Bagian Pertanahan Unit Pelaksana Proyek Jaringan PLN UIP Sumut 1, Andi Rizki mengatakan, PLN ada memberi dana kompensasi 15 persen dari nilai lahan yang ditaksir panitia penaksir harga, yang disebut dana apparaisal, sesuai Peraturan Menteri ESDM. Itu ditaksir 26 meter x panjang sepanjang tower SUTET (saluran udara tegangan extra tinggi) 275 kV.

Daerah Nagori Palia ini masuk pembangunan tol jalur Galang-Simangkuk sepanjang 308 Km sirkit dan ada 410 tower yang dibangun. Ini bagian Nawacita Presiden membangun listrik 35.000 MW, kata Andi Rizki menjawab wartawan, Kamis (11/7) terkait dengan adanya keluhan warga Nagori Palia Naopat Dolok Panribuan, Simalungun, kecewa ganti untung lahan pendirian SUTET PLN tidak tuntas.

Seperti dikeluhkan Sahat Manurung, hanya menerima Rp15 juta untuk lahannya yang 9 rante.

"Ini bukan ganti untung atau ganti rugi, namun hanya sebatas dana kompensasi, dan lahan itu tetap milik warga yang masih bisa digunakan untuk tanaman yang rendah," kata Andi. (S12/M01/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments