Kamis, 14 Nov 2019

Warga Minta Pembukaan Jalan Siboas - Parduaduaan Parlilitan Dilanjutkan

admin Jumat, 15 Maret 2019 12:51 WIB
Ilustrasi
Humbahas (SIB) -Warga Desa Sihotang Hasugian Tonga (Sihasto), Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) meminta Pemerintah Kabupaten Humbahas untuk melanjutkan pembangunan/pembukaan jalan Siboas-Parduaduaan.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Sihotang Hasugian Tonga Jahinus Hasugian kepada wartawan Rabu (13/3) di Parlilitan. Dia menyebutkan, sebelumnya pemerintah pada tahun 2008 telah membuka jalan dimaksud sepanjang 8 kilometrer dari 11 kilometer yang diperkirakan.

"Jadi, yang harus dibuka tinggal 3 kilometer lagi serta membangun dua unit jembatan sederhana, yakni di Sungai Nambadia dan Sungai Situngko," kata Jahinus.

Lebih jauh Jahinus menjelaskan, jalan tersebut tadinya sebagai jalan penghubung antar dusun, yakni Dusun Siboas, Nambadia, Sitataring serta Parduaduaan yang merupakan batas wilayah Kecamatan Parlilitan dengan Kecamatan Tarabintang yang mekar pada tahun 2004 silam. Selain itu, jalan dimaksud tadinya merupakan akses utama yang digunakan menuju Tarabintang atau sebaliknya, karena terdapat perbedaan jarak (disparitas) yang signifikan, yakni (11) kilometer dibanding jalan yang ada sekarang.

"Namun, kini warga dusun Sitataring dan Parduaduaan sudah banyak yang pindah akibat sulitnya akses jalan. Bahkan 8 kilometer yang telah dibuka sebelumnya, kini tidak tampak lagi karena ditumbuhi semak. Sebagian besar warga pindah ke Tarabintang, Nambadia atau ke Siboas, tetapi lahan pertanian mereka masih tetap di sana," ujarnya.

Senada dikatakan B Hasugian, warga sosor pasar. Dia menambahkan, apabila pemerintah membangun jalan Siboas-Parduaduaan tidak tertutup kemungkinan dusun-dusun yang sempat ditinggal warga akan kembali berpenghuni dan maju pesat. Hasugian juga meyakini Dusun Sitataring dan Parduaduaan bakal berkembang menjadi daerah pariwisata dengan adanya lokasi sejarah Datu Sigunja di sana.

"Di sana masih banyak lahan kosong yang berpotensi dijadikan lahan pertanian. Bahkan lebih dari itu, bisa jadi daerah wisata, mengingat di sana (Parduaduaan) ada lokasi sejarah, yaitu ular berubah menjadi batu," ujarnya.

Oleh karena itu, Hasugian yang juga guru SD di desa tersebut sangat berharap agar pemerintah dapat melanjutkan kembali pembukaan jalan Siboas-Parduaduaan meskipun secara bertahap. Demi kelancaran aktifitas pertanian warga dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarganya. (BR8/l)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments