Senin, 21 Okt 2019

Warga Gunung Dambakan Jembatan untuk Akses Jalan Usaha Tani

admin Jumat, 31 Mei 2019 10:56 WIB
SIB/Mitcha Sebayang
Jembatan : Warga Desa Gunung, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo mendambakan pembangunan jembatan Sungai Lau Tir sepanjang 16 meter dengan lebar 3 meter untuk membantu petani mengangkut hasil pertaniannya. Foto dipetik Rabu (29/5).
Tanah Karo (SIB) -Guna mendukung ekonomi pertanian, warga Desa Gunung, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo mendambakan dan mendesak Pemkab Karo, membangun jembatan sepanjang 16 meter dengan lebar 3 meter untuk membantu petani saat melintasi Sungai Lau Tir.

Hal tersebut disampaikan sejumlah warga Desa Gunung, Alex Sebayang, Model Perangin -angin, Rasmudi Sebayang dan Sutrisno Sebayang didampingi Kepala Desa Nirwan Sebayang dan wakil ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Roliya br Sebayang, kepada SIB, Rabu (29/5) di Sungai Lau Tir.

Menurut mereka, Sungai Lau Tir itu merupakan akses jalan menuju lahan pertanian. "Kami petani sangat membutuhkan pembangunan jembatan itu untuk mengangkut hasil pertanian untuk dipasarkan," ujarnya.

Dikatakannya, warga petani sudah berulang kali mengusulkan pembangunan jembatan ini ke pemerintah, agar arus lalu lintas produksi pertanian menjadi lancar, namun sayangnya hingga kini belum juga ada realisasi pembangunannya.

Kepala Desa Gunung Nirwan Sebayang mengatakan, warganya sangat mengharapkan pembangunan jembatan Lau Tir untuk akses jalan usaha tani sepanjang sekira 16 meter dengan lebar 3 meter.

Menurutnya, usulan pembangunan jembatan ini sudah disampaikan ke Pemkab Karo berulang kali, namun belum ada respon dari instansi terkait. Pada kegiatan Musrenbang kecamatan tahun ini juga sudah disampaikan namun belum juga masuk daftar usulan prioritas.

Padahal, jalan usaha tani sangat mendesak bagi para petani perjumaan Paloh, Cimok, dan Pulu. Selain akses ini menghubungkan ke sentra pertanian perladangan Desa Kemkem dan Lau Kapor dan memiliki luas areal hingga ratusan hektar lebih.

Warga sangat berharap kepada Pemkab Karo untuk segera membangun jembatan ini. Karena selama ini petani mengangkut hasil pertaniannya harus menyeberangi sungai dengan menggunakan kendaraan Jeep Hartop gardan dua. Namun di musim hujan, petani sering mengeluh karena sungai itu sering banjir, sehingga kendaraan tidak dapat melintasi sungai, sehingga hasil pertanian sering rusak dan membusuk. (K03/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments