Kamis, 06 Agu 2020

Warga Desa SBK Butuh Perbaikan Jalan

redaksi Sabtu, 14 Desember 2019 19:01 WIB
SIB/Effendi Simanjuntak
RUSAK PARAH: Jalan di Dusun Simpang Empat Desa Sei Buah Keras Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara rusak parah dan warga mengharapkan perbaikan. Foto dipetik, Selasa (10/12).
Pagurawan (SIB)
Jalan yang menghubungkan Desa Aek Nauli dan Kantor Kepala Desa, Desa Sei Buah Keras (SBK) Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara, persisnya di Dusun Simpang Empat sangat memprihatinkan. Badan dan bahu jalan dihiasi lubang kecil dan besar. Jalan tersebut digenangi air hujan sehingga warga kesulitan beraktivitas.

Gomal Siagian, warga setempat ketika ditemui SIB, Selasa (10/12) mengatakan, sejak 10 tahun silam jalan ini tidak pernah dibangun. Padahal jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat dari daerah ini. Banyak hasil pertanian padi, kelapa sawit dan hasil laut yang jelasnya menambah penghasilan asli daerah. Namun belakangan jalan ini luput dari perhatian Pemkab Batubara.

Menurut Gomal, setiap musyawarah desa mereka selalu mengusulkan jalan itu menjadi prioritas utama. Namun Pemkab Batubara sepertinya tutup mata terhadap kondisi jalan yang mengakibatkan harga jual hasil pertanian mereka dan hasil laut menjadi turun dratis sehingga mereka merasa dirugikan.

"Satu bulan yang lalu kami warga di sini sempat merasa bahagia karena Dinas terkait telah mengukur yang akan dibangun.

Bertepatan pula mendekati Natal dan Tahun Baru. Tapi harapan kami itu menjadi pupus setelah seseorang mengatakan terjadi pembatalan pembangunan pada tahun ini, hingga kami merasa kecewa atas pembatalan pekerjaan tersebut. Sepertinya pihak Pemkab menganaktirikan kami dan sampai saat ini kami tidak tahu alasan pembatalan pekerjaan jalan itu," jelasnya.

Pjs Kades Desa Sei Buah Keras Albert Damanik SPd ketika ditemui SIB di kantornya membenarkan kalau Dinas PUPR Kabupaten Batubara telah meninjau lokasi jalan yang akan dibangun. Namun dia tidak tahu kenapa dibatalkan pembangunannya, sementara jalan ini merupakan akses transportasi yang menghubungkan Desa Aek Nauli dan Desa Sei Buah Keras serta Desa Sidomulyo yang merupakan penghasil pertanian kelapa sawit, padi serta hasil laut. "Dengan dibatalkannya pembangunan jalan tahun ini menjadi pergunjingan warga," pungkasnya.

Amatan SIB, jalan tersebut dihiasi lubang kecil dan besar persis bagai kubangan kerbau penyebabnya jalan itu tidak mempunyai drainase sehingga air menumpuk di badan jalan. Kerusakan jalan diperkirakan 800 meter. (A14/q)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments