Senin, 18 Nov 2019

Dampak Kerusakan Lahan Akibat Banjir Bandang

Warga Bongkaras Dairi Harapkan Alat Berat Perbaiki Bibir Sungai

admin Kamis, 20 Juni 2019 15:41 WIB
SIB/Edison P Malau
DANGKAL: Jalur sungai di Bongkaras masih terlihat dangkal dan lebar, setelah diterjang banjir bandang Desember 2018 silam. Warga berharap, alat berat dapat memperbaiki bibir sungai, karena diragukan akan terjadi luapan saat hujan deras.
Bongkaras (SIB) -Dampak kerusakan berbagai lahan akibat banjir bandang di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Dairi, Desember 2018 silam, hingga saat ini masih mengharapkan Pemerintah, khususnya dalam penanganan berbagai material di jalur sungai.

Hal ini disampaikan mantan Kepala Desa Bongkaras, Marijon Manik kepada wartawan SIB, Selasa (18/6) di Bongkaras. Menurutnya, pembersihan jalur sungai tidak dapat dilakukan dengan manual dan tenaga masyarakat.

"Kami sangat membutuhkan alat berat, supaya jalur sungai dapat dirapikan. Karena, kami masih sangat khawatir dan was-was adanya banjir saat hujan deras," ujarnya.

Diakui Manik, masa peralihan Pemerintahan Desa, Kabupaten hingga Provinsi, membuat warga Bongkaras merasa kurang perhatian. Ia selaku Kepala Desa telah berakhir masa tugas saat terjadi bencana. Demikian juga Bupati Dairi dan Gubernur Sumut.

"Saya yakin, surat sudah disampaikan ke Bupati Dairi melalui Badan Penanggulangan Bencana Alam, namun pekerjaan rehabilitasi dan pemulihan jalur dan bibir sungai belum dikerjakan. Kami sangat berharap, adanya bantuan alat berat untuk memperbaiki jalur sungai yang setiap hujan turun bisa meluap," pintanya.

Terpisah, Camat Silima Pungga-pungga melalui Kepala Sub Bagian Umum, Kamson Sinaga kepada wartawan SIB mengakui adanya surat dari Desa Bongkaras pada Januari lalu. Menurutnya, keterbatasan alat dan lokasi pekerjaan alat berat merupakan kendala yang sangat berarti menyanggupi permintaan warga desa.

"Alat berat milik Pemkab Dairi belum ada yang bisa terapung. Sementara, lokasi yang akan dikerjakan alat berat adalah timbunan lumpur, batu, kayu dan material lainnya, sehingga susah untuk dikerjakan," ujar Sinaga.

Pantauan SIB di jalur sungai yang diterpa banjir bandang Desember 2018 silam, terlihat bibir sungai masih dipenuhi material kayu. Air sungai mengalir dengan baik, namun jalur sungai masih terlihat lebar dan dangkal akibat timbunan berbagai material. (K04/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments