Kamis, 21 Feb 2019

Pemko Tebingtinggi Sosialisasikan Permendagri Tentang Pemilu Serentak

Wali Kota Minta ASN dan Tenaga Kontrak Tidak Jadi Provokator Golput

admin Kamis, 14 Februari 2019 14:06 WIB
SIB/Dok
SOSIALISASIKAN : Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan memberikan arahan di Sosialisasi Permendagri Nomor 11 Tahun 2018 Tentang Pemilu Serentak, Rabu (13/2).
Tebingtinggi (SIB) -Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi sosialisasikan Permendagri Nomor 11 Tahun 2018 dan Pelaksanaan Pemilu serentak 2019, Rabu (13/2) di Gedung Balai Kartini, Jalan Gunung Lauser kota setempat. Sosialisasi itu langsung dipimpin Wali Kota Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM.

Umar dalam sambutannya mengatakan, Gedung Balai Kartini yang baru diresmikan Gubernur ini pertama dipakai agar jangan ada yang bilang untuk apa bangunan yang megah ini dibangun di Tebingtinggi.

Kepada jajaran ASN, Umar pun mengatakan bahwa Tebingtinggi merupakan satelitnya Kota Medan. "Ke depan bila ada banyak kegiatan di Medan tidak lagi diadakan di sana, tetapi ada di Tebingtinggi otomatis perekonomian kita juga meningkat," kata Umar.
Diapun mengajak seluruh ASN dan tenaga kerja kontrak untuk mensukseskan pemilu 2019 sebab ASN adalah orang yang mengabdi kepada bangsa dan negara serta digaji oleh pemerintah.

"Kita semua ini merupakan agen dari suatu pembaruan serta sebagai motor dari pemerintah untuk menggerakkan masyarakat, mengajak kepada masyarakat untuk datang ke TPS dan memilih," jelas Umar.

Wali kota mengingatkan agar di pesta demokrasi ini ASN dan tenaga kontrak jangan ada jadi provokator untuk mempengaruhi masyarakat tidak datang ke TPS alias golput sebab kesuksesan pemilu ini merupakan masa depan Indonesia.

Dan terkait Permendagri nomor 11 Tahun 2018, Wali kota mengatakan bahwa seluruh ASN akan diukur kinerjanya berdasarkan satuan kinerja pegawai (SKP). Satuan ini nantinya akan membagi semua tugas-tugas yang ada di OPD tentu seluruh ASN dapat dan dibagi habis kerjaan itu.

Begitu juga di setiap OPD nanti akan ada tim penilai kinerja pegawai yang ditunjuk langsung oleh kepala OPDnya. "Selanjutnya penilaian tidak seperti dulu 1 tahun sekali tetapi ke depan satu bulan sekali," tegas Umar.

Sedangkan Ketua KPU Tebingtinggi Drs Abdul Khalik MAP mengatakan, TPS di Kota Tebingtinggi sebanyak 513 TPS dan lebih kurang 4500 orang KPPS yang bekerja serta surat suara yang nantinya akan dicoblos ada 5 surat suara.

Terakhir Umar mengajak agar seluruh ASN dan tenaga kontrak untuk mendengarkan sosialisasi pemilu ini dengan sebaik-baiknya dan dapat menginformasikan kepada keluarga dan masyarakat dengan benar dan jelas. (BR3/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments