Rabu, 23 Sep 2020

Usaha Galian C Ilegal di Taput Masih Bebas Beroperasi

Selasa, 07 Juli 2020 14:02 WIB
Foto SIB/Bongsu Batara Sitompul

Galian C: Usaha galian C pasir sungai yang tidak memiliki izin di Dusun Lumban Ratus Desa Pancur Napitu Kecamatan Siatas Barita bebas beroperasi. 

Tapanuli Utara (SIB)
Galian C ilegal atau tidak memiliki izin resmi bebas beroperasi dan tidak ada penertiban. Terkesan ada pembiaran dari pihak berwajib.

Pantauan SIB di lapangan, Senin (6/7), galian C ilegal masih terus bebas beroperasi di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Di lokasi galian C tersebut tidak ada terpampang izin galian C, mulai dari galian C pasir sungai di Desa Si Raja Hutagalung dan Desa Pancur Napitu Kecamatan Siatas Barita. Selanjutnya, galian C pasir urug di Huta Pisang Kecamatan Pagaran dan di Desa Aek Nauli IV Kecamatan Sipahutar. Kemudian galian C pasir sungai di Desa Sibulan-bulan Kecamatan Purba Tua.

Dari pantauan di lapangan, semua lokasi galian C tersebut bebas beroperasi dan terkesan ada pembiaran. Menjadi suatu tanda tanya kenapa usaha galian C ilegal tersebut tidak ada ditertibkan.

Untuk galian C pasir sungai memakai mesin sedot atau mesin dompeng untuk menyedot pasir dari sungai. Untuk galian C tanah timbun memakai alat berat atau excavator untuk mengeruk perbukitan.

Kepala Dinas Perizinan Terpadu Kabupaten Taput, Anas Siagian mengatakan, pihaknya sudah mengupayakan untuk melakukan penertiban terpadu.

"Usaha galian C yang ada di daerah Desa Si Raja Hutagalung dan Parsalakan di Desa Pancur Napitu Kecamatan Siatas Barita sama sekali tidak memiliki izin. Kemudian di Siarangarang ada juga yang tidak ada memiliki izin. Selanjutnya untuk galian C pasir urug di Huta Pisang Kecamatan Pagaran dan di Desa Aek Nauli IV Kecamatan Sipahutar sama sekali tidak ada memiliki izin," jelasnya.

Ketika ditanya kenapa usaha galian C ilegal tersebut tidak memiliki izin, Anas menjawab, pada tahun 2019, pihaknya pernah berkoordinasi dengan Uspida. Dan diberikan kelonggaran kepada pengusaha, supaya segera melakukan pengurusan izin.

"Namun kita sesalkan izinnya sampai sekarang tidak diurus. Untuk mengurus izin galian C pasir sungai harus ada persetujuan dari Dinas PSDA Provinsi Sumatera Utara. Dari Taput, harus ada persetujuan tata ruang dari Dinas PUPR dan rekomendasi dan izin dokumen lingkungan dari Dinas Perizinan dan Dinas Lingkungan Hidup Taput . Setelah itu diuruslah ke Dinas Pertambangan Provinsi Sumatera Utara untuk dikeluarkan izin usaha eksplorasi dan IUP. Dan harus punya izin dokumen lingkungan," terangnya.

Melihat kondisi ini, Anas menegaskan, pihaknya akan membentuk tim untuk melakukan penertiban terhadap usaha galian C yang tidak memiliki izin di Taput. Sebab untuk penertiban itu, tidak mungkin hanya dari perizinan saja. Pihaknya akan memberikan tindakan tegas dan terukur kepada usaha galian C yang tidak memiliki izin.

Kadis Lingkungan Taput, Heber Tambunan yang juga dikonfirmasi SIB mengatakan, rencananya Selasa (7/7), pihaknya akan turun ke lapangan melakukan penindakan terhadap usaha galian C dan penebangan yang tidak memiliki izin.

Kepala Cabang Wilayah III Dinas ESDM Provinsi Sumatera Utara, Leo Lopulisa Haloho ketika dikonfirmasi SIB via telepon selulernya mengatakan, di Kabupaten Taput, usaha galian C yang sudah memiliki izin berjumlah 14 usaha. (G02/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments